Dampak Efek Berganda MBG: Cara Purwakarta Berdayakan Warga Sekitar SPPG
MBG merupakan program strategis nasional yang harus dijalankan secara serius, terukur, dan berkualitas.
Penulis: Deanza Falevi | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein), meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikumpay 002 untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Ia menegaskan bahwa program ini harus melibatkan rantai pasok lokal, mulai dari bahan pangan hingga tenaga kerja, agar memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.
- MBG dipandang sebagai investasi strategis untuk kesehatan generasi muda sekaligus kemandirian ekonomi daerah.
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi besar bagi masa depan generasi muda sekaligus pembangunan daerah.
Penegasan itu disampaikan Binzein saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikumpay 002, Rabu (18/2/2026), sebagai bagian dari penguatan pelaksanaan MBG di Kabupaten Purwakarta.
"Jangan menjalankan MBG secara asal-asalan. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita dan arah pembangunan daerah," kata Binzein kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).
Ia menekankan bahwa MBG merupakan program strategis nasional yang harus dijalankan secara serius, terukur, dan berkualitas.
Bagi Binzein, MBG tak hanya soal membagikan makanan gratis, tetapi tentang membangun generasi yang sehat, kuat, dan siap bersaing.
"MBG ini bukan sekadar bagi-bagi makanan. Dari sini lahir anak-anak yang sehat dan bergizi, tercipta lapangan kerja, dan roda ekonomi masyarakat ikut bergerak. Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar serius," ujarnya.
Lebih jauh, Binzein menjelaskan bahwa kehadiran SPPG Cikumpay 002 dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal.
Ia mengatakan, seluruh rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan pangan hingga perekrutan tenaga kerja, diarahkan untuk melibatkan warga sekitar.
"Belanja bahannya dari masyarakat sini, pegawainya juga warga sini. Uangnya berputar di Purwakarta. Itulah tujuan besar SPPG, bukan cuman soal gizi, tapi juga kemandirian ekonomi," ucapnya.
Menurutnya, skema tersebut akan memberikan efek berganda. Selain meningkatkan kualitas gizi anak-anak, SPPG diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM, memberdayakan petani dan pedagang lokal, serta membuka lapangan kerja baru.
Namun, Binzein, juga mengingatkan agar pengelolaan SPPG tetap konsisten dengan tujuan awal MBG.
Ia menegaskan, jika bahan pangan dan tenaga kerja tidak melibatkan masyarakat lokal, maka dampak ekonomi bagi daerah akan hilang.
"Kalau belanjanya bukan dari sini dan pegawainya juga bukan warga sini, uang hanya lewat lalu kembali lagi. Gizinya mungkin tercapai, tapi ekonomi lokal tidak bergerak. Itu yang harus kita hindari," katanya.(*)
| Sinergi Kemenkum Jabar dan DPRD Purwakarta Hasilkan Regulasi Pro Investasi dan Ramah Lingkungan |
|
|---|
| Jelang Idul Adha, Produksi Arang di Ponpes Al Islam Purwakarta Melonjak Puluhan Ton |
|
|---|
| Modus Jual Titik Dapur Palsu, Polda Jabar Tangkap Pelaku Utama Sindikat Penipuan MBG |
|
|---|
| Puluhan Pengelola SPPG dari Bandung dan Sumedang Datangi BGN, Pertanyakan Status YSBB |
|
|---|
| Mantan Istri KDM Diperiksa Kejari Purwakarta, Ini Status Hukum Anne Ratna Menurut Kasi Intel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Bupati-Purwakarta-Saepul-Bahri-Binzein-akrab-disapa-Omewfd.jpg)