Kamis, 28 Mei 2026

Warga Binaan Lapas Purwakarta Disulap Jadi Petani Penopang Program MBG

Warga binaan Lapas Kelas IIB Purwakarta diberdayakan untuk mengelola lahan pertanian

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Deanza Falevi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/Deanza Falevi
WARGA BINAAN - Warga binaan Lapas Kelas IIB Purwakarta menanam sayuran di lahan pertanian Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (10/2/2026). 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwakarta tak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Melalui pemberdayaan warga binaan untuk mengelola lahan pertanian, Lapas Purwakarta dinilai mampu menjawab tantangan krisis tenaga kerja di sektor pertanian dan peternakan.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan apresiasinya saat meninjau langsung lahan pertanian yang dikelola warga binaan di Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Selasa (10/2/2026). 

Baca juga: Flexible Working Berbuah Manis, Pemkab Purwakarta Incar Penghematan Rp300 Juta Per Bulan

Dalam kunjungan tersebut, Nanik turut memanen bayam dan berdialog dengan warga binaan serta masyarakat sekitar.

PANEN BAYAM - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengecek lahan pertanian yang dikelola warga binaan Lapas Kelas IIB Purwakarta di Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, Selasa (10/2/2026). Program ini mendukung penyediaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
PANEN BAYAM - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengecek lahan pertanian yang dikelola warga binaan Lapas Kelas IIB Purwakarta di Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, Selasa (10/2/2026). Program ini mendukung penyediaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Tribun Jabar/Deanza Falevi)

"BGN saat ini sangat khawatir terhadap ketersediaan bahan baku, mulai dari sayuran, telur, ayam hingga ternak, karena kebutuhannya sangat besar. Di sisi lain, sektor pertanian dan peternakan juga kekurangan tenaga kerja. Jadi, ketika ada Lapas yang memberdayakan warga binaan seperti ini, menurut saya ini sangat luar biasa," ujar Nanik kepada wartawan di lokasi, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, ketersediaan bahan baku merupakan kunci utama keberhasilan program MBG

Ia mengingatkan, jika pasokan pangan tidak dikelola dengan baik, hal tersebut berpotensi mengganggu stok di pasar tradisional dan memicu kenaikan harga, terutama menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Meski demikian, Nanik optimistis program MBG tidak akan mengganggu stabilitas harga pangan. Ia menjelaskan, BGN telah menyiapkan sejumlah skema antisipasi, salah satunya dengan mengganti bahan makanan tertentu pada menu MBG.

"Kalau menjelang Lebaran masyarakat membutuhkan telur untuk membuat kue, misalnya, menu MBG bisa disesuaikan. Telur bisa diganti dengan telur asin," katanya.

Selain itu, lanjut Nanik, BGN juga mendorong pemerataan distribusi pangan antarwilayah. Nanik mencontohkan, telur ayam dari Magetan, Jawa Timur, yang mengalami surplus hingga 265.000 ton dapat disalurkan ke daerah-daerah yang mengalami kekurangan.

Tak hanya soal ketahanan pangan, Nanik mengeklaim program MBG justru telah menciptakan efek berantai positif dengan melahirkan lebih banyak petani dan peternak baru. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut, kata dia, secara tidak langsung membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah.

Baca juga: Farhan Pastikan MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan, Distribusi dan Menu Akan Disesuaikan

Nanik kembali mengutip pernyataan Presiden Prabowo yang menyebutkan bahwa program MBG telah menyerap sekitar satu juta tenaga kerja. Mereka bekerja di dapur MBG yang dikelola oleh kurang lebih 15.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Bukti Pemkab Beri Perhatian untuk Warga Binaan

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Jawa Barat, Kusnali, menjelaskan bahwa program pemberdayaan warga binaan tersebut terwujud melalui kerja sama dengan Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, selaku pemilik lahan.

"Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah memiliki perhatian serius terhadap pembinaan dan masa depan warga binaan," ujar Kusnali.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved