Sambut Program Prabowo, DKUPP Purwakarta Hidupkan Perajin Genting Tanah Liat yang Mati Suri
Pemkab Purwakarta mendukung kebijakan Presiden Prabowo yang mewajibkan penggunaan genting tradisonal.
Penulis: Deanza Falevi | Editor: Kemal Setia Permana
Ringkasan Berita:
- Pemkab Purwakarta mendukung program Prabowo sual penggunaan genting tradisional
- Purwakarta dikenal sebagai salah satu produsen genting terbesar di Jawa Barat setara dengan Jatiwangi, Majalengka
- DI Purwakarta terdapat 92 perajin genting yang siap kini siap didorong kembali setelah mati suri
- Industri ini sempat mengalami penurunan omset akibat maraknya penggunaan genteng metal
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Rencana Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk kembali menggunakan genting sebagai bahan bangunan utama disambut antusias oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Purwakarta, Hariman Budi Anggoro, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini, yang dinilai akan menjadi angin segar bagi industri genting lokal.
Kabupaten Purwakarta dikenal sebagai salah satu produsen genting terbesar di Jawa Barat setara dengan Jatiwangi, Majalengka.
DI Purwakarta terdapat 92 perajin genting yang siap kini siap didorong kembali setelah mati suri.
Hariman mengakui bahwa industri ini sempat mengalami penurunan omset akibat maraknya penggunaan genteng metal.
Namun dengan program Presiden Prabowo, diharapkan semua konstruksi di Jawa Barat akan kembali menggunakan genteng berbahan baku tanah, memberikan keuntungan besar bagi para perajin.
"Kami sangat mendukung program Bapak Presiden. Ini suatu program yang cukup berharga buat Kabupaten Purwakarta," ujar Hariman saat ditemui Tribunjabar.id di Kantor DKUPP Purwakarta, Senin (9/2/2026).
Baca juga: Pemkot Bandung Siapkan Skema Lain Setelah 70.202 Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan
"Apabila semua konstruksi yang ada di Jawa Barat menggunakan genteng yang berasal dari bahan baku tanah, kami akan mendapatkan suatu benefit buat perajin," tambahnya.
Menurutnya DKUPP Purwakarta telah menyiapkan serangkaian langkah strategis untuk menghidupkan kembali industri genting.
Pemerintah akan memberikan pembinaan dan pendampingan kepada 92 perajin genting agar mereka dapat memproduksi secara besar-besaran.
"Bagi pengusaha yang sempat 'tumbang' atau menjual asetnya, pemerintah juga akan menginventarisir dan memberikan pembinaan khusus untuk mendorong mereka kembali berproduksi," katanya.
DKUPP akan membantu masalah infrastruktur, seperti tempat pembakaran. Untuk alat-alat kecil, bantuan akan diupayakan melalui program CSR perusahaan-perusahaan di Purwakarta.
Saat ini, Hariman mengatakan, DKUPP sedang mendata jumlah total perajin genting. Perajin yang sudah aktif akan dipantau, sementara yang belum akan didorong untuk berproduksi.
"Apabila program ini cepat terealisasi, kami sudah siap untuk menerima order yang banyak ini," ujar Hariman.
Baca juga: Persib Dapat Berkah Rekor Baru Setelah Persija Dibantai Arema FC di Kandang
| Viral Teror Pocong Bersenjata Sudah Sampai Purwakarta, Polisi Pastikan Konten Hoaks |
|
|---|
| YBM PLN Purwakarta Bantu Seragam Sekolah Santri Yatim Dhuafa |
|
|---|
| Sinergi Kemenkum Jabar dan DPRD Purwakarta Hasilkan Regulasi Pro Investasi dan Ramah Lingkungan |
|
|---|
| Jelang Idul Adha, Produksi Arang di Ponpes Al Islam Purwakarta Melonjak Puluhan Ton |
|
|---|
| Mantan Istri KDM Diperiksa Kejari Purwakarta, Ini Status Hukum Anne Ratna Menurut Kasi Intel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Perajin-genting-memperlihatkan-produksi-genting-tanah-liat-di-Kecamatan-Plered.jpg)