Sabtu, 16 Mei 2026

Kasus Perundungan Murid SD di Purwakarta, Disdik Sudah Panggil Pihak Sekolah

Tidak ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah, baik verbal maupun fisik, di Purwakarta, Jawa Barat.

Tayang:
Penulis: Deanza Falevi | Editor: Giri
Canva
ILUSTRASI PERUNDUNGAN - Tidak ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah, baik verbal maupun fisik, di Purwakarta, Jawa Barat. Hal itu ditegaskan Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta, Sadiyah. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

‎TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Tidak ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah, baik verbal maupun fisik, di Purwakarta, Jawa Barat. Hal itu ditegaskan Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta, Sadiyah.

‎Pernyataan itu ia sampaikan menanggapi kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang murid SDN 2 Cirangkong, Kecamatan Cibatu.

‎"Tindak lanjut sudah kami lakukan. Kepala sekolah sudah dipanggil dan kasus ini juga masuk pengaduan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Sekolah (TPPKS) Disdik. Saat ini masih dalam proses penanganan," kata Sadiyah kepada wartawan saat ditemui di Kantor Kadisdik Purwakarta, Selasa (23/9/2025) pagi.

‎Ia menambahkan, setelah memanggil pihak sekolah, jajaran Disdik Purwakarta juga akan menjenguk langsung korban di rumahnya. 

‎"Kami ingin memastikan kondisi korban sekaligus memberikan pendampingan. Disdik Purwakarta tidak membenarkan adanya kekerasan sekecil apa pun di sekolah," ujarnya.

Baca juga: Terungkap, Pelaku dan Korban Dugaan Perundungan di Pangandaran Masih Ada Hubungan Keluarga

‎Sebelumnya, seorang murid perempuan berinisial AA diduga kerap menjadi korban perundungan oleh teman sekelasnya.

Ibunya, Anies Kusmiati, mengaku anaknya sering dipukul hingga kepalanya sakit. AA pulang sekolah dengan kondisi menangis dan tas rusak pada Rabu (3/9/2025).

‎‎Tidak hanya itu, AA juga disebut beberapa kali diperlakukan tidak adil, seperti tidak diikutsertakan dalam kegiatan pramuka. Selain itu tidak dimasukkan ke grup WhatsApp kelas sehingga kerap terlambat mendapat informasi tugas.

Baca juga: 20 Kios Oleh-oleh di Bungursari Purwakarta Hangus Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar

‎Anies mengaku sudah mengadu ke wali kelas, namun tanggapannya dinilai tidak serius. 

‎"Saya pernah datang ke rumah wali kelas, tapi jawabannya hanya bilang itu kenakalan anak biasa," ucapnya.

‎Dengan adanya tindak lanjut dari Disdik Purwakarta, Anies berharap kasus ini segera mendapat kejelasan dan anaknya bisa kembali bersekolah tanpa rasa takut. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved