Senin, 20 April 2026

BGN Targetkan Jumlah Dapur SPPG di Daerah 3T Mencapai 8.200 Pada 2026

BGN terus menggenjot pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) hingga ke daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan
GENJOT MBG - Foto arsip Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. BGN terus menggenjot pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) hingga ke daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). 
Ringkasan Berita:
  • Badan Gizi Nasional (BGN) terus menggenjot pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) hingga ke daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T)
  • Pada 2026 jumlah dapur SPPG di daerah 3T ditargetkan mencapai sekitar 8.200 SPPG
  • Pembangunan SPPG di wilayah 3T, bisa lebih cepat
  • Saat ini dari 1.548 SPPG yang mengajukan SLHS di Jawa Barat dan  sekitar 900 dapur sudah resmi mengantongi SLHS

 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Gizi Nasional (BGN) terus menggenjot pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) hingga ke daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Kepala BGN Dadan Hidayana mengatakan, pada 2026 jumlah dapur SPPG di daerah 3T ditargetkan mencapai sekitar 8.200 SPPG.

"3T itu kita rencanakan 8.200 tapi yang mungkin baru akan selesai di akhir tahun ini sekitar 190-an," ujar Dadan, seusai Rapat Koordinasi Penyelenggaraan MBG di Provinsi Jawa Barat, di Gedung Sate, Bandung, Rabu (17/12/2025).

Menurut Dadan, pembangunan SPPG di wilayah 3T, bisa lebih cepat. 

Saat ini, sudah memproses Tes Kemampuan Dasar Akademik (TGAT) sebagai salah satu tes diujikan dalam seleksi PPPK/CPNS BGN. 

Baca juga: Tekankan Tiga Pokok Utama, Dedi Mulyadi Sebut Program MBG di Jabar Harus Gerakkan Ekonomi Daerah

"TGAT itu Februari pasti sebagian besar sudah selesai," katanya.

BGN sendiri menargetkan akselerasi pendirian SPPG di akhir tahun mencapai 19.000 di seluruh Indonesia. 

"Tahun depan kita ingin ada minimal 25.400 SPPG di daerah aglomerasi dan 8.200 di daerah terpencil, sehingga total ada 32 sampai 33 ribu SPPG yang melayani 82,9 juta penerima manfaat," katanya.

Selain pendirian SPPG, pihaknya juga tengah menggenjot jumlah SPPG yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) salah satunya di Jawa Barat. 

"Tadi sudah ditekankan Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) agar ada percepatan lagi," katanya.

Menurutnya saat ini dari 1.548 SPPG yang mengajukan SLHS di Jawa Barat dan  sekitar 900 dapur sudah resmi mengantongi SLHS. (*)
 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved