4 Subtema Peringatan Hari Ibu 2025 Resmi dari KemenPPPA, Peringati 22 Desember
Terdapat empat subtema peringatan Hari Ibu 2025 yang secara resmi dirilis oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Ringkasan Berita:
- Makna dan Sejarah: Hari Ibu ke-97 yang jatuh pada 22 Desember 2025 merupakan peringatan atas momentum Kongres Perempuan Indonesia I tahun 1928.
- Tema Utama: Tema besar Hari Ibu 2025 ini yaitu "Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045".
- Empat Subtema: Fokus utama yang diusung yakni penguatan ekonomi melalui perempuan, peran perempuan dalam harmoni sosial, peran ibu sebagai fondasi kesehatan dan prestasi anak, serta komitmen bersama untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.
TRIBUNJABAR.ID - Terdapat empat subtema peringatan Hari Ibu 2025 yang secara resmi dirilis oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Peringatan Hari Ibu ke-97 jatuh pada Senin (22/12/2025).
Pemilihan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu ini bertepatan dengan Kongres Perempuan Indonesia I yang diselenggarakan pada 22–25 Desember 1928 di Yogyakarta.
Kemudian, Presiden Soekarno meresmikan penetapan Hari Ibu melalui Dekrit Presiden Nomor 316 Tahun 1953.
Di Indonesia, Hari Ibu bukan sekadar memperingati dan merayakan ibu sebagai orang tua.
Lebih dari itu, Hari Ibu adalah peringatan terhadap perjuangan dan peran perempuan dalam tonggak sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
Pada peringatan Hari Ibu ke-97, KemenPPPA mengangkat tema utama "Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045".
Selain itu, ada pula empat subtema lainnya yang bisa digunakan bagi instansi atau organisasi yang hendak memperingati Hari Ibu 2025, yakni:
Baca juga: Kemenkum Jabar Bersiap Padat Agenda: Jumat Bela Negara, Senin Peringatan Hari Ibu
1. Perempuan Giat, Ekonomi Kuat
Subtema ini mencerminkan semangat perempuan sebagai penggerak ekonomi yang mampu menciptakan perubahan nyata.
Perempuan yang bekerja keras, mandiri, dan konsiten membangun usaha bukan hanya memperbaiki kualitas hidup dirinya, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Melalui semangat ini, perempuan ditempatkan sebagai figur yang produktif, kreatif, dan berdaya dalam bidang ekonomi melalui usaha kecil, inovasi, maupun kepemimpinan di sektor ekonomi lokal.
2. Perempuan Peduli, Masyarakat Harmoni
Subtema ini menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian sosial, memperkuat hubungan antarkomunitas, serta menciptakan lingkungan yang rukun dan berkelanjutan.
Ketika perempuan dilibatkan dalam gerakan sosial, ruang komunitas, serta kegiatan berbasis gotong royong, terbentuklah lingkungan yang lebih inklusif, peduli, dan saling mendukung.
| Telkom Perkuat Peran Kepemimpinan Perempuan di Era Transformasi Digital |
|
|---|
| Undang Psikolog Keluarga Ternama, PT Dahana Gelar Hari Ibu |
|
|---|
| Ummi Siti Oded Tekankan Pentingnya Persiapan Perempuan dalam Membangun Keluarga |
|
|---|
| Momentum Hari Ibu, Ummi Siti Oded Raih Penghargaan Kepemimpinan Perempuan |
|
|---|
| Hari Ibu 2025 di Kota Bandung, Ledia Hanifa Sebut Banyak Perempuan Masih Butuh Pendampingan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/logo-resmi-peringatan-Hari-Ibu-2025.jpg)