Total Anggaran Rp 100 Miliar, Baru Ada Dana Rp 18,9 Miliar, RSUD Bedas Cimenyan Mulai Dibangun
Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung akan segera mendapatkan fasilitas kesehatan baru, setelah Pemerintah Kabupaten
Penulis: Adi Ramadhan Pratama | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung akan segera mendapatkan fasilitas kesehatan baru, setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mulai membangun RSUD Bedas Cimenyan.
Kehadiran rumah sakit baru itu diharapkan mampu mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya bagi warga Kecamatan Cimenyan. Pasalnya untuk selama ini, fasilitas rumah sakit di daerah itu terbilang cukup jauh.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa mengatakan, rumah sakit tersebut dibangun di lahan seluas satu hektare. Gedung RSUD Bedas Cimenyan akan berdiri dua lantai, untuk menunjang sejumlah fasilitas.
"Keberadaan RSUD ini untuk menghapus stigma selama ini, Cimenyan jauh dari pusat pemerintahan dan jauh dari rumah sakit. Kini pelayanan kesehatan hadir lebih dekat, untuk masyarakat," kata Zeis, saat ditemui di Cimenyan, Kamis (11/6/2026).
Di tempat yang sama, Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan, RSUD Bedas Cimenyan dibangun untuk menutupi kurangnya tempat tidur rawat inap. Sebab untuk saat ini, di Kabupaten Bandung hanya bersedia 2.800 beds.
"Walaupun membangun lagi, kami masih kekurangan sekitar 1.100 tempat tidur rawat inap untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan. Karena ini merupakan hak dasar masyarakat, maka saya lebih fokus kepada kesehatan," katanya.
Saat ditanya mengenai total anggaran, Dadang menjelaskan, pembangunan RSUD diperkirakan mencapai Rp 100 miliar dengan skema multiyears. Namun, pada tahap awal tahun ini, pihaknya baru mengalokasikan anggaran sebesar Rp18,9 miliar.
"Tapi sekarang baru Rp 18,9 miliar karena ada infrastruktur yang harus dibangun dulu. Nanti akan bertahap dan dikaji lagi. Saya ingin maksimal pada tahun 2029 selesai seluruhnya, termasuk penyempurnaan lima RSUD Bedas lainnya," katanya.
Dalam proses pembangunan RSUD Bedas Cimenyan ini, Dadang menegaskan kualitas konstruksi menjadi perhatian utama. Mengingat, lokasi rumah sakit berada di kawasan perbukitan di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan.
Selain itu, ia meminta semua pihak yang terlibat memperhatikan aspek teknis, mulai potensi gempa dan longsor, termasuk juga memperhitungkan kemiringan lahan serta beban bangunan, agar pembangunan berjalan aman dan standar.
"Kualitas penting bagi saya. Kepada pelaksana bangunan saya titip, jangan asal membangun tanpa memperhitungkan konstruksi. Jadi bukan kecepatan saja, tapi kualitas juga harus diperhatikan," ujarnya.
RSUD Bedas Cimenyan sendiri menjadi rumah sakit keenam yang dibangun Pemerintah Kabupaten Bandung sejak 2021. Di mana sebelumnya, sudah berdiri RSUD Bedas Kertasari, Bedas Cimaung, Bedas Arjasari, Bedas Tegalluar dan Bedas Pacira.
| Hailuki: Dana Bergulir BPR Kerta Raharja Harus Merata dan Tepat Sasaran |
|
|---|
| Pemkab Bandung Ajukan Pembelian 3 Ekskavator, Siapkan Perawatan Sungai Usai Normalisasi Citarum |
|
|---|
| Cegah Krisis Air Saat El Nino, 546 Daerah Irigasi di Kabupaten Bandung segera Diperbaiki |
|
|---|
| Kurangi Limbah Plastik, ASN Pemkab Bandung Wajib Bawa Tumbler dalam Aktivitas Sehari-hari |
|
|---|
| Terseret Dugaan Penipuan, Kantor WO Darmawangsa di Paseh Sepi: Ternyata Ngontrak dan Nunggak Sewa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Bupati-Bandung-Dadang-Supriatna-meresmikan-pembangunan-RSUD-Bedas-Cimenyan.jpg)