Selasa, 9 Juni 2026

Kurikulum Cambridge Jadi Pembeda Sekolah Maung di SMAN 5 Bandung

Status SMAN 5 Bandung sebagai Sekolah Maung memicu lonjakan pendaftar hingga 1.511 orang, dengan dominasi jalur prestasi akademik rapor.

Tayang:
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
SEKOLAH - Suasana SMAN 5 Bandung, pada Sabtu (14/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Status SMAN 5 Bandung sebagai Sekolah Maung memicu lonjakan pendaftar hingga 1.511 orang, dengan jalur prestasi akademik rapor sebagai pilihan paling mendominasi. 
  • Dari ribuan pendaftar terverifikasi, sekolah hanya menerima 320 siswa untuk 10 rombongan belajar, setelah memanfaatkan limpahan 36 kursi kosong dari jalur non-rapor. 
  • Calon siswa yang dinyatakan tidak lolos diarahkan untuk langsung mengikuti tahap Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) berbasis radius domisili tempat tinggal.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Maung di Jawa Barat ternyata cukup tinggi. Hal ini terlihat dari lonjakan jumlah pendaftar di SMAN 5 Bandung yang jumlahnya melonjak hampir dua kali lipat.

Koordinator PPID sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 5 Bandung, Dadan Hamdani, mengatakan status SMAN 5 sebagai salah satu Sekolah Maung menjadi faktor utama meningkatnya minat calon peserta didik.

“Kalau pendaftar jelas hampir dua kali lipat dari sebelumnya. Biasanya 600 atau 700 orang, sekarang itu mencapai 1.511 pendaftar. Yang jadi daftar sekitar 1.447, kemudian yang terverifikasi sebanyak 1.310,” ujar Dadan saat ditemui di SMAN 5 Bandung, Jalan Belitung No 8, Senin (8/6/2026).

Dari total pendaftar terverifikasi tersebut, hanya 320 siswa yang akhirnya diterima untuk mengisi 10 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas masing-masing 32 siswa.

Menurut Dadan, lonjakan jumlah pendaftar memang sudah diprediksi sejak awal karena Sekolah Maung menjadi prioritas pilihan banyak calon peserta didik.

“Memang sudah diprediksi dengan banyaknya pendaftar karena hanya Sekolah Maung yang didahulukan. Jadi memang efeknya cukup besar,” ujarnya.

Ia pun mengakui bahwa status sebagai Sekolah Maung membuat daya tarik SMAN 5 semakin tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dadan menjelaskan, jalur prestasi akademik berbasis nilai rapor menjadi jalur yang paling diminati. Dari lebih dari seribu pendaftar terverifikasi, mayoritas memilih jalur tersebut.

“Kalau dominasi pasti di rapor, pendaftarnya hampir 1.088 orang. Sementara jalur non-akademik sekitar 300-an, lalu potensi akademik sekitar 85 pendaftar,” ujarnya.

Kuota penerimaan terbesar pun berada pada jalur rapor. Dari total 320 siswa yang diterima, awalnya sebanyak 160 kursi dialokasikan untuk jalur prestasi akademik rapor.

Namun, terdapat kuota kosong dari jalur prestasi akademik non-rapor, seperti prestasi olimpiade dan kompetisi, yang kemudian dialihkan ke jalur rapor.

“Ada limpahan sekitar 36 kursi dari jalur prestasi akademik yang kosong. Jadi diisi oleh jalur rapor. Total yang diterima melalui jalur rapor menjadi 196 siswa,” ujarnya.

Di sisi lain, Dadan juga menjelaskan mekanisme bagi peserta yang tidak lolos di Sekolah Maung. 

Mereka masih memiliki kesempatan mengikuti proses PCMB (Pemetaan Calon Murid Baru) pada hari yang sama setelah hasil Sekolah Maung diumumkan.

“Yang tidak lulus dari Sekolah Maung harus menunggu pengumuman hari ini. Per jam 10 pagi, pendaftar yang tidak lulus baru bisa daftar di PCMB,” katanya.

Menurut Dadan, PCMB bukanlah seleksi penerimaan langsung, melainkan tahap pemetaan calon murid baru berdasarkan wilayah tempat tinggal.

“PCMB itu pemetaan calon murid baru. Biasanya terkoneksi dengan sekolah-sekolah terdekat dari domisili calon siswa. Jadi yang muncul di sistem adalah sekolah mana saja yang dekat dengan tempat tinggalnya,” jelasnya.

Ia mencontohkan, siswa yang berdomisili di kawasan tertentu akan diarahkan pada pilihan sekolah negeri yang berada dalam radius terdekat.

“Misalnya tinggal di Jalan Belitung, nanti akan muncul sekolah-sekolah yang terkoneksi dengan wilayah tersebut,” katanya.

Setelah pelaksanaan SPMB tahun ini, Dadan menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu dievaluasi agar proses penerimaan berjalan lebih optimal pada tahun berikutnya.

“Evaluasi dari sisi aplikasi tentu harus lebih siap dari awal. Kemudian waktunya juga jangan memotong hari libur,” ujarnya.

Menurutnya, banyaknya hari libur selama masa verifikasi cukup menyulitkan pihak sekolah, khususnya petugas verifikator.

“Kemarin ada kendala libur panjang, tanggal merah itu cukup menghambat pihak sekolah, terutama verifikator yang harus lembur, walaupun memang tidak ada bayarannya,” katanya.

Sementara itu, terkait kesiapan SMAN 5 sebagai Sekolah Maung, Dadan memastikan fasilitas pembelajaran pada dasarnya sudah memenuhi standar.

“Standarisasi untuk kepentingan di kelas sebenarnya sudah ada, seperti infokus dan sarana belajar lainnya. Kalau nanti ada standarisasi yang lebih tinggi, kami menunggu instruksi dari dinas,” ujarnya.

Dari sisi kurikulum, SMAN 5 Bandung juga akan menerapkan pendekatan berbeda dibandingkan sekolah reguler.

“Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum nasional, yaitu Kurikulum Merdeka yang sedang berjalan, ditambah kurikulum Cambridge,” katanya.

Penerapan kurikulum Cambridge tersebut akan difokuskan pada mata pelajaran sains.

“Cambridge itu khususnya untuk IPA, seperti fisika, matematika, kimia, dan biologi,” ujar Dadan.

Untuk mendukung pelaksanaan kurikulum tersebut, sekolah juga menyiapkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) guru.

“Kami akan mengadakan semacam tes untuk guru. Nantinya ada grade A dan grade B, yang memenuhi kualifikasi akan langsung mengajar di Sekolah Maung,” katanya.

Guru yang belum memenuhi standar juga akan mendapatkan pelatihan tambahan.

“Kami akan melakukan upgrading, terutama kemampuan bahasa Inggris dan kemampuan beradaptasi dengan kurikulum Cambridge karena memang memerlukan pemahaman yang lebih,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved