Rabu, 20 Mei 2026

Harga Daging Sapi Naik

Daging Sapi Langka di Bandung, Lapak Pedagang di Pasar Kosambi Kosong karena Mogok Jualan

Sapi langka di Bandung! Imbas lonjakan harga jelang Iduladha, lapak daging sapi di Pasar Kosambi kosong melongpong

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nappisah | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Nappisah
MOGOK JUALAN - Pedagang sapi di Kosambi, Kota Bandung mogok berjualan. Harga kenaikan tembus 10 ribu per kilogram jelang Idul Adha. Tribun Jabar/Nappisah. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tekanan harga menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H mulai memicu gejolak di pasar tradisional Kota Bandung.

 Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Kosambi memilih mogok berjualan sebagai bentuk protes atas lonjakan harga dari pihak suplier, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, deretan meja dan lapak yang biasanya dipenuhi karkas daging sapi tampak kosong melongpong.

Nyaris seluruh pedagang kompak menutup tempat usahanya.

Informasi dari internal pasar menyebut aksi mogok ini direncanakan berlangsung selama dua hari hingga Selasa besok.

Aksi ini terpaksa diambil lantaran modal dari Rumah Potong Hewan (RPH) dan jagal naik mendadak sebesar Rp10.000 per kilogram.

Baca juga: Pedagang Daging Sapi di Pasar Kosambi Mogok Berjualan, Harga Tembus Rp 160.000 per Kilogram

Akibatnya, harga jual pasaran ke konsumen ikut melambung tinggi menembus Rp150.000 sampai Rp160.000 per kilogram.

Pembeli Kecewa Pulang Tangan Kosong

Kelangkaan daging sapi ini langsung dikeluhkan masyarakat. Dani, salah seorang pembeli setia di Pasar Kosambi, mengaku terkejut melihat area los daging sepi tanpa aktivitas transaksi.

“Enggak ada daging sama sekali. Saya biasa ke sini penuh pedagang daging sapi, tapi sekarang kosong. Katanya dari RPH dan jagalnya yang tidak memasok,” ujar Dani dengan nada kecewa, Senin (18/5/2026).

Pedagang daging sapi di Kosambi, Kota Bandung mogok berjualan. Harga kenaikan tembus 10 ribu per kilogram jelang Idul Adha.
Pedagang daging sapi di Kosambi, Kota Bandung mogok berjualan. Harga kenaikan tembus 10 ribu per kilogram jelang Idul Adha. (Tribun Jabar/Nappisah)

Menurut Dani, pola kelangkaan total seperti ini baru pertama kali ia temui. Biasanya, meski ada kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan, stok barang di pasar tradisional tetap tersedia untuk konsumen.

Harga Daging Ayam Masih Normal
Di tengah lumpuhnya aktivitas pedagang sapi, komoditas protein hewani lainnya seperti ayam potong terpantau masih bergerak normal. Erwin, salah seorang pedagang ayam di Pasar Kosambi, menyebut harga dagangannya belum mengalami lonjakan berarti.

“Kalau daging ayam masih relatif normal dan pasokan dari peternak masih lancar. Saat ini kami jual di kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram,” jelas Erwin.

Meski demikian, Erwin memprediksi tren kenaikan harga musiman pada daging ayam tetap akan terjadi saat waktu mendekati Iduladha nanti. Ia juga mengonfirmasi rekan-rekan sesama pedagang daging sapi sengaja mogok untuk meredam permainan harga di tingkat pengepul atas.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved