Senin, 18 Mei 2026

Harga Daging Sapi Naik

Pedagang Daging Sapi di Pasar Kosambi Mogok Berjualan, Harga Tembus Rp 160.000 per Kilogram

Pedagang daging sapi di Pasar Kosambi, Bandung, menggelar aksi mogok berjualan akibat lonjakan harga dari rumah potong hewan yang menembus Rp160.000.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Tribun Jabar/Nappisah
Pedagang daging sapi di Kosambi, Kota Bandung mogok berjualan. Harga kenaikan tembus 10 ribu per kilogram jelang Idul Adha. 

Ringkasan Berita:
  • Pedagang daging sapi di Pasar Kosambi, Bandung, menggelar aksi mogok berjualan akibat lonjakan harga dari rumah potong hewan yang menembus Rp160.000 per kilogram. 
  • Imbasnya, lapak dagangan kosong hingga membuat pembeli kecewa dan terpaksa mencari alternatif ke pasar lain. 
  • Di sisi lain, harga komoditas ayam potong di pasar tersebut terpantau masih stabil di kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kenaikan harga daging sapi menjelang Idul Adha mulai menekan pedagang pasar tradisional di Kota Bandung.

Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Kosambi memilih mogok berjualan sebagai bentuk protes atas lonjakan harga dari rumah potong hewan dan jagal pada Senin (18/5/2026). 

Dari pantauan di lokaksi, deretan lapak daging sapi di Pasar Kosambi tampak kosong. Hampir seluruh pedagang menutup lapaknya.

Aksi mogok ini dipicu kenaikan harga daging sapi. Saat ini, harga daging sapi di Pasar Kosambi telah menembus kisaran Rp 150.000 hingga Rp 160.000 per kilogram.

Dani, salah satu pembeli di Pasar Kosambi, mengaku kecewa karena tidak bisa mendapatkan daging sapi seperti biasanya.

“Enggak ada memang. Saya juga biasa ke sini penuh dengan pedagang daging sapi, tapi sekarang enggak ada,” ujar Dani, Senin (18/5/2026). 

Ia mengatakan, kondisi seperti ini baru pertama kali ia temui menjelang hari besar keagamaan.

“Karena mendekati Idul Adha, tapi biasanya enggak begini. Biasanya tetap ada. Tadi katanya dari rumah potong hewan enggak ada, dari jagalnya juga enggak ada,” katanya.

Dani mengaku terpaksa mencari alternatif ke pasar lain untuk memenuhi kebutuhannya.

“Harapannya ada lah, karena kan ada kebutuhan buat masyarakat,” ujar dia.

Sementara itu, komoditas protein hewani lain seperti ayam potong masih relatif stabil. 

Erwin, pedagang ayam di Pasar Kosambi, mengatakan belum ada lonjakan berarti untuk harga ayam.

“Kalau daging ayam masih relatif normal sih, belum ada kenaikan,” kata Erwin.

Menurut dia, harga ayam saat ini dijual di kisaran Rp 38.000 hingga Rp 40.000 per kilogram, dengan pasokan yang masih lancar.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved