Selasa, 28 April 2026

Jalan Diponegoro Ditutup Mulai 30 April, Ini Rute Pengalihan Lalinnya: Dari Dago Lewat Belakang

Jalan Diponegoro depan Gedung Sate ditutup mulai 30 April 2026. Simak rute pengalihan arus di sini.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
Diskominfo Jabar
RUTE LALIN - Rencana pengintegrasian kawasan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu itu menelan anggaran Rp 15,8 miliar. Dengan konsep ini, nantinya halaman depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, dan Lapangan Gasibu akan jadi satu kawasan. 

Ringkasan Berita:
  • Proyek Integrasi: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyatukan halaman depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, dan Lapangan Gasibu menjadi satu kawasan terpadu dengan anggaran Rp15,8 miliar.
  • Waktu Penutupan: Ruas Jalan Diponegoro akan resmi ditutup mulai 30 April 2026 mendatang.
  • Skema Rekayasa Lalin: * Kendaraan dari arah Supratman: Belok ke Jalan Sentot Alibasyah -> Jalan Surapati -> Lurus ke arah Dago/Pasteur.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perhubungan Kota Bandung, dilibatkan dalam rekayasa arus lalu lintas saat penataan kawasan Gedung Sate yang disatukan dengan Lapangan Gasibu oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Rencana pengintegrasian kawasan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu itu menelan anggaran Rp 15,8 miliar.

Dengan konsep ini, nantinya halaman depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, dan Lapangan Gasibu akan jadi satu kawasan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, rekayasa arus lalu lintas di kawasan tersebut akan dilaksanakan oleh Dishub Jabar dan aparat kepolisian setelah ruas jalan Diponegoro ditutup pada 30 April 2026 mendatang.

"Rekayasa oleh provinsi dong sama kepolisian karena itu jalan provinsi sama jalan nasional. Cuma karena wilayah administrasi di Kota Bandung, kita juga dilibatkan untuk rekayasanya," ujar Rasdian kepada Tribun Jabar, Selasa (28/4/2026).

Saat pelaksanaan rekayasa arus lalu lintas tersebut, kata Rasdian, Dinas Perhubungan Kota Bandung akan menerjunkan petugas gatur.

Baca juga: Kritik Tajam Rencana Penyatuan Gedung Sate-Gasibu: Pakar ITB Sebut Egoisme Pemimpin

Hal tersebut akan dilakukan sesuai dengan hasil rapat koordinasi dengan beberapa pihak.

"Sudah dirapatkan bersama Dishub Provinsi kemarin, kemudian dari Polda, dari Polrestabes, dan Bina Marga Provinsi."

"Nanti untuk rekayasanya sudah ada karena akhir April akan ditutup, sehingga kita sudah antisipasi untuk rekayasanya," katanya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Jawab Kritik Pegiat Heritage Soal Rencana Penyatuan Gasibu-Gedung Sate

Rasdian mengatakan, saat rekayasa arus lalu lintas itu nantinya kendaraan yang dari Supratman akan belok ke Jalan Sentot Alibasyah, kemudian belok kiri ke Surapati lalu lurus ke Jalan Juanda atau ke arah Pasteur.

"Kalau yang mau belok lagi ke Gedung Sate, berarti belok ke jalan Majapahit. Sedangkan dari arah Dago dibelokkan ke arah Cilamaya, belakang Gedung Sate," ucap Rasdian.

Rute Terbaru di Sekitar Gedung Sate

1. Kendaraan dari Arah Timur (Jl. Supratman)

Bagi pengendara yang biasanya melintasi depan Gedung Sate menuju arah Pasteur/Dago:

  • Kendaraan diarahkan belok ke Jalan Sentot Alibasyah.
  • Dari Jalan Sentot Alibasyah, belok kiri masuk ke Jalan Surapati.
  • Pengendara bisa lurus menuju Jalan Ir. H. Juanda (Dago) atau melanjutkan perjalanan ke arah Pasteur.

2. Kendaraan dari Arah Barat (Jl. Ir. H. Juanda/Dago)

Bagi pengendara yang hendak menuju kawasan belakang Gedung Sate atau area sekitarnya:

  • Arus kendaraan akan dibelokkan menuju Jalan Cilamaya (akses ke area belakang Gedung Sate).
Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved