Rabu, 6 Mei 2026

Kisah Ceu Nining Pedagang Kopi Tinggal Gubuk Liar Terancam Dibongkar Diselamatkan Dedi Mulyadi

Tangisan haru Ceu Nining pedagang kopi di Kota Bandung mendadak pecah saat gubuknya mendadak kedatangan Dedi Mulyadi, diselamatkan dari penggusuran

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Istimewa/Youtube Dedi Mulyadi
DISELAMATKAN DEDI MULYADI: Tangkapan layar momen haru Ceu Nining pedagang kopi (kiri) di Lapang Merpati, Kota Bandung diselamatkan Dedi Mulyadi (kanan) dari ancaman penggusuran bangunan liar oleh Pemerintah Kota Bandung, disadur pada (14/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kisah Haru: Ceu Nining, seorang pedagang kopi asal Garut yang tinggal di bangunan semi-permanen di sekitar Lapang Merpati, viral karena kegigihannya, namun gubuknya terancam penggusuran.
  • Bantuan Biaya Pendidikan: Menanggapi kekhawatiran Ceu Nining, Dedi Mulyadi berkomitmen menanggung biaya kos selama setahun untuk putranya hingga lulus kuliah.
  • Solusi Hunian dan Pekerjaan Layak: Sebagai solusi, Dedi Mulyadi memfasilitasi perpindahan KTP Ceu Nining agar bisa menempati rumah susun bersubsidi.

TRIBUNJABAR.ID - Isak tangis Ceu Nining, pedagang kopi di Kota Bandung ini mendadak pecah saat gubuknya mendadak kedatangan Dedi Mulyadi.

Di tengah suasana yang hujan deras, secara tak terduga Dedi Mulyadi muncul dan bertamu ke gubuknya yang sedang kebanjiran.

Diketahui, Ceu Nining merupakan wanita asal Garut yang tinggal di gubuk liar di sekitar Lapang Merpati, Kota Bandung.

Gubuk liarnya itu terancam penggusuran oleh Pemerintah Kota Bandung (Pemkot Bandung).

Di tengah kecemasannya itu, terselip sebuah kisah perjuangannya menghidupi keluarga kecilnya.

Baca juga: Respons Cepat Dedi Mulyadi Tangani Kasus Bocah 3 Tahun di Cimahi Diduga Jadi Korban Pencabulan

Berdomisili di Garut, Ceu Nining juga berjuang untuk bisa menjadi warga Kota Bandung.

Ceu Nining, sehari-harinya berjualan kopi, penghasilannya didapat dari para permainan merpati.

Untuk dagang tersebut, Ceu Nining tinggal di sebuah bangunan semi-permanen yang kerap diterjang banjir.

Rencana penggusuran bangunan liar di wilayah tersebut untuk pembangunan gedung pemerintah atau rumah susun membuatnya ketakutan akan masa depan pendidikan anaknya.

"Kalau ini dibongkar, saya kehilangan pekerjaan, kehilangan penghasilan. Anak saya bisa putus kuliah," ujar Ceu Nining dengan penuh kesedihan saat berbincang, dikutip dari tayangan kanal Youtube Dedi Mulyadi, Selasa (14/4/2026).

Kondisi keluarganya semakin sulit lantaran sang suami tidak lagi memiliki pekerjaan tetap setelah diberhentikan sebagai sopir truk akibat kecelakaan di Tol Purbaleunyi.

Berhasil Kuliahkan Anaknya

Meski hidup dalam keterbatasan, siapa sangka Ceu Nining pedagang kopi tersebut berhasil mengantarkan putra bungsunya bisa kuliah, mengenyam di perguruan tinggi negeri.

Diketahui putra bungsunya bernama  Bagas Pamungkas, menjadi mahasiswa jurusan Robotika di Universitas Airlangga (Unair) melalui jalur beasiswa.

Meski mendapat beasiswa pendidikan, Ceu Nining masih harus membiayai biaya hidup putranya itu di Surabaya.

Dari penghasilannya berjualan kopi, Ceu Nining harus menyisihkan uang kos sebesar Rp800.000 dan uang makan Rp500.000 setiap bulannya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Ditantang Wagub Kalbar Soal Perbaikan Jalan, Gubernur Jabar Beri Respons Adem

Diselamatkan Dedi Mulyadi 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved