Sabtu, 9 Mei 2026

Unpad Siap Terapkan Kuliah Daring dan WFH Terbatas, Praktikum dan Kerja Lapangan Tetap Normal

Rektor Unpad menyambut baik kebijakan PJJ dan WFH sebagai langkah antisipasi krisis energi akibat gejolak geopolitik global. 

Tayang:
kompas.com
Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor, Sumedang. Terkini, Rektor Unpad menyambut baik kebijakan PJJ dan WFH sebagai langkah antisipasi krisis energi akibat gejolak geopolitik global.  

Ringkasan Berita:
  • Kemdiktisaintek menerbitkan SE Nomor 2 Tahun 2026 yang mengatur penyesuaian pola kerja dan dorongan PJJ proporsional bagi mahasiswa semester lima ke atas serta pascasarjana. 
  • Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menyambut baik kebijakan ini sebagai langkah antisipasi krisis energi akibat gejolak geopolitik global. 
  • Unpad akan menerapkan WFH administrasi satu hari sepekan dan mengalihkan kuliah non-praktikum ke sistem daring dengan tetap menjaga esensi pendidikan.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026 oleh pada 2 April 2026 yang mengatur penyesuaian pola kerja di lingkungan kementerian serta kegiatan akademik di perguruan tinggi, termasuk mendorong penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau kuliah daring secara proporsional.

Melalui edaran tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengimbau perguruan tinggi untuk mulai mengadopsi sistem perkuliahan yang lebih fleksibel. Namun, kebijakan ini tidak berlaku secara menyeluruh.

PJJ diprioritaskan bagi mahasiswa semester lima ke atas serta program pascasarjana. Sementara itu, mata kuliah yang membutuhkan interaksi fisik seperti praktikum, bengkel kerja, studio, maupun klinik tetap diwajibkan berlangsung secara tatap muka.

Tak hanya soal perkuliahan, surat edaran tersebut juga menekankan pentingnya optimalisasi platform digital untuk mendukung layanan akademik dan administrasi kampus. 

Menanggapi kebijakan tersebut, Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menyatakan pihaknya siap mendukung langkah pemerintah, terutama dalam mengantisipasi dampak krisis energi akibat gejolak geopolitik internasional.

“Pada prinsipnya kami menyambut baik, kami juga ingin membantu pemerintah untuk mengantisipasi kemungkinan krisis energi atau krisis lain akibat kondisi geopolitik eksternal,” ujar Arief saat ditemui di Hotel Aryaduta, Selasa (7/4/2026).

Sebagai tindak lanjut, Universitas Padjadjaran akan segera mengimplementasikan kebijakan tersebut dengan mendorong sistem kerja dari rumah (work from home/WFH) secara terbatas. 

Skema ini akan diterapkan secara selektif, terutama untuk aktivitas yang tidak membutuhkan kehadiran fisik.

Untuk sektor administrasi, kebijakan WFH direncanakan berlaku satu hari dalam sepekan. 

Sementara itu, perkuliahan non-praktikum yang tidak memerlukan keterampilan langsung atau kerja lapangan akan dialihkan ke sistem daring.

“Kuliah-kuliah yang bukan praktikum atau kerja lapangan itu bisa dilakukan WFH. Kami juga mengimbau tenaga kependidikan dan dosen untuk bekerja dari rumah,” kata Arief.

Namun, ia menegaskan bahwa konsep bekerja dari rumah harus dijalankan secara disiplin dan sesuai tujuan awal, yakni efisiensi energi. 

Oleh karena itu, aktivitas kerja diimbau tetap dilakukan dari rumah, bukan dari kafe atau tempat lain yang justru berpotensi meningkatkan konsumsi energi.

Implementasi kebijakan ini sendiri, menurut Arief, akan dilakukan dalam waktu dekat setelah surat edaran resmi diterima di tingkat rektorat. Meski begitu, ia memastikan bahwa esensi pendidikan tidak akan terganggu.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved