Pekerjaan Asal-asalan! Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Semprot Kontraktor Proyek Ducting PT BII
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kritik keras kualitas proyek ducting asal-asalan. PT BII diberi deadline 5 Maret untuk rapikan.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melayangkan teguran kepada PT Bandung Infra Investama (BII) sebagai pelaksana proyek galian kabel atau ducting Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT).
Pasalnya, pihak kontraktor proyek dinilai tidak maksimal saat mengerjakan tugasnya.
Hingga akhirnya, proyek galian kabel tersebut dikeluhkan warga karena berdampak buruk terhadap kondisi arus lalu lalu lintas.
Pantauan Tribun Jabar di Jalan Gatot Subroto proyek galian kabel itu sempat menyebabkan banyak gundukan tanah di pinggir jalan dan hasil pengerjaannya tidak rata dengan permulaan jalan hingga menyebabkan kemacetan.
"Jadi (proyek) infrastruktur pasif telekomunikasi ini memang masalahnya adalah kontraktor pelaksana pekerjaannya itu tidak memenuhi standar yang sudah kita minta," ujar Farhan saat ditemui di Kantor Kelurahan Kebon Gedang, Jumat (27/2/2026).
Atas hal itu, kata Farhan, pihaknya sudah memberikan teguran tertulis dengan sangat tegas dan memastikan kepada PT BII sebagai BUMD yang mendapatkan tugas untuk menyelesaikan dan merapikan semuanya pada tanggal 5 Maret 2026.
"Titik-titik yang berisiko bisa menyebabkan kecelakaan itu harus dijaga sedemikian rupa sehingga masyarakat pengguna sepeda motor yang lewat ke situ tidak akan mengalami kecelakaan," katanya.
Baca juga: Anggota DPRD Andri Gunawan Semprot Galian Ugal-ugalan yang Bikin Jalan di Bandung Penuh Lubang
Farhan meminta, upaya perapihan jalan tersebut harus rampung sesuai dengan target yang telah ditentukan karena Kota Bandung akan menghadapi mudik dan libur panjang setelah lebaran.
"Makanya tanggal 5 Maret harus selesai supaya kita punya waktu sekitar dua minggu untuk membereskan dan tidak mengganggu liburan," ucap Farhan.
Dalam proyek ini Farhan menyoroti kualitas pekerjaan yang buruk, sehingga untuk ke depan dia meminta pihak kontraktor memperbaiki kualitas dalam mengerjakan proyek galian kabel tersebut.
"Kualitas pekerjaan jelek, ke depan sebagai kontraktor, dia akan punya kewajiban untuk menunjukkan kualitas pekerjaan yang baik. Maka, saya sudah kasih sanksi tertulis, dalam kontrak itu pasti ada tahapan-tahapan," katanya.
Farhan mengatakan, pihaknya sudah memantau ke sejumlah ruas jalan dan hasilnya memang bekas galian yang sudah ditutup tidak rata dengan permukaan jalan.
"Ada beberapa (kontraktor) pekerjaannya sama, rata-rata tidak bagus, maka saya akan melacak satu-satu, mana yang sudah bagus kita jadikan standar. Nah, yang lain banyak yang asal-asalan, termasuk membongkar trotoar dan drainase, kan salah," ujar Farhan.(*)
| 8 Kios PKL Cicadas Dibongkar Petugas demi Koridor BRT, Pedagang Disarankan Jualan Online |
|
|---|
| Seminggu Banjir Derwati-Rancabolang Tak Surut, Muhammad Farhan Ungkap Biang Keroknya |
|
|---|
| Kepergok Kelayapan! 137 ASN Pemkot Bandung Terdeteksi di Luar Lokasi Saat WFH, TPP Terancam Dipotong |
|
|---|
| Bandung Zoo Mulai Jadi Rebutan! Farhan Ungkap 4 Lembaga Konservasi Siap Rebut Kursi Pengelola Baru |
|
|---|
| Jutaan Data Warga Bandung Diduga Dibobol Hacker Petrusnism, Farhan Gandeng Polisi Buru Pelaku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kondisi-bekas-galian-kabel-di-Bandung-y.jpg)