Kamis, 14 Mei 2026

Ramadhan 2026

Polda Jabar Siapkan Operasi Ketupat, Ada Lima Klaster Pengamanan saat Arus Mudik dan Balik Lebaran

Simulasi dan latihan rekayasa lalu lintas pun bakal dilakukan agar seluruh personel memahami cara bertindak di lapangan saat kondisi padat.

Tayang:
Tribun Jabar/Ahya Nurdin
ILUSTRASI ARUS MUDIK - Suasana arus mudik di Tol Cipali, Subang, pada Sabtu (29/3/2025) petang. Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat mulai mematangkan persiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat menggelar rapat kerja di Mapolda Jabar untuk mematangkan persiapan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dalam rangka Operasi Ketupat.
  • Dirlantas Polda Jabar, Kombes Raydian Kokrosono, menyebut ada lima klaster pengamanan: jalan tol (, jalan arteri jalur selatan, tempat wisata, tempat ibadah, serta penyeberangan seperti bandara dan pelabuhan.
  • Polda Jabar akan menggelar simulasi dan latihan rekayasa lalu lintas agar personel siap menghadapi lonjakan kendaraan.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat mulai mematangkan persiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Rapat kerja fungsi lalu lintas digelar sebagai bagian dari persiapan Operasi Ketupat, Jumat (27/2/2026) di Mapolda Jabar.

Dirlantas Polda Jabar, Kombes Raydian Kokrosono mengatakan rapat tersebut menjadi langkah penting guna memastikan pengamanan arus mudik dan balik Lebatan berjalan optimal. 

Menurutnya, sejumlah persiapan sudah dilakukan sejak beberapa minggu terakhir, mulai rakor lintas sektoral, survei lapangan, hingga koordinasi dengan berbagai stakeholder terkait.

Baca juga: KDM Ingin Tukang Becak Libur saat Arus Mudik Lebaran, Tukang Becak Cirebon Bakal Dapat Kompensasi

"Dalam Operasi Ketupat 2026, ada lima klaster pengamanan yang menjadi perhatian. Pertama klaster tol, termasuk Tol Trans Jawa dan sejumlah ruas tol lainnya di wilayah Jabar. 

Kedua, klaster jalan arteri, khususnya jalur selatan yang kerap mengalami kepadatan saat lonjakan arus mudik. Ketiga, klaster tempat wisata, yang diprediksi ramai saat libur Lebaran. Keempat klaster tempat ibadah, dan terakhir klaster penyeberangan seperti bandara dan pelabuhan," katanya.

Raydian menegaskan, simulasi dan latihan rekayasa lalu lintas pun bakal dilakukan agar seluruh personel memahami cara bertindak di lapangan saat kondisi padat.

Tak hanya itu, kata Raydian, dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran nanti, Tim URAI yang selama ini dikenal tegas di lapangan kini dipoles dengan pendekatan lebih humanis dan diberi nama baru, yakni Motor Senyum.

“Tim URAI kadang bersitegang dengan pemudik, terutama di rest area, karena harus menghalau kendaraan yang berlama-lama di bahu jalan. Tahun ini, pendekatan diubah. Motor Senyum tetap menjalankan fungsi penguraian kemacetan, namun dengan pendekatan persuasif. Kami ingin lebih humanis. Kami datangi dengan senyum, mudah-mudahan bisa menebar senyuman,” katanya.

Petugas juga akan membagikan takjil dan makanan ringan kepada pemudik yang terjebak kemacetan. Selain itu, tim tetap menjalankan fungsi pengawalan, termasuk mengawal bengkel berjalan dan mobil BBM dari Pertamina. Motor Senyum akan disebar di rest area, pos pengamanan, serta titik-titik keramaian di jalur arteri.(*)

Baca juga: Cek Persiapan Arus Mudik di Indramayu, Polisi Petakan Titik Rawan hingga Lokasi Posko

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved