Senin, 4 Mei 2026

Ramadhan 2026

Perjalanan Dakwah Ustaz Abu Haidar, Terkenal Usai Kaset Dibawa Mahasiswa Pulang Kampung

Ustaz Abu Haidar sering menyampaikan kajian ilmiah terkait akidah, fikih, serta penyucian jiwa, yang disiarkan melalui YouTube.

Tayang:
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Ustaz Abu Haidar As-Sundawy saat memberikan keterangan di Masjid Agung Al-Ukhuwwah, Kamis(19/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ustaz Abu Haidar As-Sundawy memulai dakwahnya di Bandung sejak tahun 1990-an melalui kursus bahasa Arab kecil dan rekaman kaset. 
  • Kini, ia mengasuh Yayasan Tarbiyah Sunnah yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial. 
  • Dikenal dengan kajian kitab yang mendalam, perjalanannya membuktikan bahwa langkah kecil yang konsisten dapat berkembang menjadi lembaga besar yang bermanfaat bagi umat.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Nama Ustaz Abu Haidar As-Sundawy, belakangan tengah menjadi perbincangan, khususnya di Kota Bandung, karena dia dikenal aktif menyebarkan dakwah yang berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Pengasuh Yayasan Tarbiyah Sunnah di Jalan Jurang, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung tersebut sering menyampaikan kajian ilmiah terkait akidah, fikih, serta penyucian jiwa, yang disiarkan melalui YouTube.

Kajian Ustadz Abu Haidar As-Sundawy dikenal detail dan mendalam dengan bahasa yang mudah dicerna. Bahkan, dia sering kali menjawab permasalahan umat berdasarkan rujukan yang kuat dari ulama-ulama salaf.

Dengan gaya dakwahnya yang seperti itu, kini dia digandrungi masyarakat hingga sering diundang untuk mengisi kajian di berbagai daerah. Dalam satu hari, ustaz Haidar bisa berdawkah di tiga lokasi berbeda.

Namun, di balik itu semua ada perjalanan panjang yang ditempuh ustaz Haidar. Kala itu, di awal tahun 1990-an, ketika internet belum dikenal luas, kaset menjadi media utama yang dipilih dia untuk penyebaran ilmu agama.

"Dulu zaman kaset tahun 90-an belum ada internet, jadi setiap kajian direkam," ujarnya saat ditemui usai mengisi kajian di Masjid Al-Ukhuwwah, Kota Bandung, Kamis (19/2/2026).

Dari situlah perjalanan Ustaz Haidar dimulai. Mahasiswa di Kota Bandung yang berasal dari berbagai daerah membawa kaset-kaset itu pulang ke kampung halaman, hingga akhirnya dakwah menyebar dan undangan pun berdatangan dari luar kota.

"Mahasiswa di bandung banyak dari daerah. Apa yang terjadi? akhirnya mereka bawa berita ini ketika mereka pulang kampung, terus disana diceritakan," kata Ustaz Haidar.

Sebelum perjalanan dakwahnya dimulai, Ustaz Abu Haidar membuka kursus bahasa Arab sederhana dengan beberapa peserta saja dan yak ada gedung megah serta tak ada struktur organisasi besar.

Pada saat itu, hanya semangat mengajarkan bahasa arab. Namun dari ruang belajar kecil itu lahir gelombang dakwah yang terus membesar. Setelah peserta menyelesaikan kursus bahasa Arab, mereka tak berhenti.

Mereka mulai mempraktikkan membaca kitab langsung dan membahas isi serta maknanya. Akhirnya, kajian demi kajian berjalan rutin dan materi yang dibahas pun semakin luas.

"Lama-lama teman mereka ikutan datang, akhirnya bareng jadi pengajian. Pada awalnya, pengajian kita membahas kitab akidah (tauhid), kitab fikih, kitab akhlak dan kitab Riyadus Shalihin," ucapnya.

Dari rumah pribadinya, majelis ilmu itu makin ramai hingga tetangga mulai bertanya-tanya karena ruangan tak lagi cukup. Akhirnya, kajian dipindahkan ke masjid dan di sana, jumlah jamaah semakin bertambah banyak.

Pada saat itu, muncul pertanyaan dari warga soal siapa penyelenggaranya kegiatan tersebut. Dari sana maka lahirlah sebuah keputusan penting, dia mendirikan yayasan sebagai payung hukum yang resmi dan legal.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved