Tak Hanya di Bandung, Harga Daging Ayam dan Sapi di Kota Cimahi Naik jelang Ramadan 2026
Kenaikan harga daging ayam dan sapi di Kota Bandung juga terjadi di Kota Cimahi.
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Di Pasar Atas Kota Cimahi, harga daging ayam naik dari Rp36.000 menjadi Rp42.000/kg, sedangkan daging sapi naik dari Rp130.000 menjadi Rp140.000/kg, dengan prediksi bisa mencapai Rp150.000 menjelang Ramadan.
- Pemkot Cimahi melakukan inspeksi mendadak untuk mengecek harga bahan pangan.
- Wali Kota Ngatiyana mengakui adanya kenaikan harga bahan pangan menjelang Ramadan dan menyebut hasil sidak akan dijadikan bahan evaluasi bersama pemerintah provinsi serta instansi terkait.
Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Kenaikan harga daging ayam dan sapi di Kota Bandung juga terjadi di Kota Cimahi.
Di Pasar Atas Kota Cimahi, harga daging ayam yang sebelumnya Rp36.000 kini menjadi Rp42.000 per kilo gram. Harga daging sapi sebelumnya Rp.130.000 kini naik menjadi Rp140.000 per kilo gram.
"Iya sudah naik (jelang ramadan) mendekat puasa daging sapi mungkin bisa sampai Rp150 ribu," kata Suryana (58), salah satu pedagang daging di Pasar Atas Kota Cimahi, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi di Bandung Capai Rp160 Ribu per Kilogram, Beras Masih Stabil
Pemkot Cimahi bersama Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Jawa Barat, telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) untuk melakukan pengecekan harga bahan pangan jelang ramadan tahun ini di Pasar Atas Kota Cimahi di hari yang sama.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengkonfirmasi adanya kenaikan harga bahan pangan seperti daging hingga sayur-sayuran di pasaran Kota Cimahi.
"Kondisi saat ini menjelang bulan suci ramadan memang ada kenaikan-kenaikan yang terjadi," kata Ngatiyana.
Ngatiyana mengungkapkan, temuan kenaikan harga bahan pangan akan menjadi data evaluasi pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi hingga instansi terkait. Petugas agan melakukan kajian hingga penelusuran untuk mencari penyebab kenaikan harga bahan pangan.
"Tadi sudah ditemukan, namun nanti hasil dari satgas ini akan menelusuri sampai tingkat distributornya maupun pemotongan hewan khususnya, sehingga nanti akan terjadi kestabilan antara harga dari pemotong sampai dengan pengusaha yang ada," ujarnya.
Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Jawa Barat, AKBP Wirdhanto selaku perwakilan Satgas mengatakan, sejumlah item-item yang dilakukan pengecekan di Pasar Atas Kota Cimahi meliputi harga beras, telur, bawang, hingga daging.
Petugas langsung memberikan teguran terhadap pedagang yang menjual harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Baca juga: Harga Cabai Setan di Cirebon Tembus Rp100 Ribu, Pemkab Cirebon Akan Buat Pasar Murah
"Yang pertama tadi, untuk penjualan daging sapi mengalami kenaikan. Termasuk juga daging ayam yang sebelumnya di kisaran Rp34.000–Rp36.000, tadi sudah mencapai Rp40.000 sampai dengan Rp42.000. Namun demikian, kami sudah memberikan surat teguran kepada para penjual agar tetap menyesuaikan dengan harga acuan penjualan pemerintah, yaitu Rp40.000 untuk daging ayam ras," kata Wirdhanto.
Petugas menemukan adanya harga minyak goreng yang dijual di atas harga acuan. Di menegaskan, pedagang tidak boleh menjual minyak goreng Minyakita di atas harga RP15.700.
Untuk menjamin stabilitas harga minyak goreng merek Minykita, petugas akan melakukan evaluasi terhadap rantai distribusi hingga melakukan pengecekan langsung ke pihak distributor.
"Terkait minyak goreng, memang masih banyak yang dijual di atas harga. Setelah ini, selain ke penjual, kami juga akan menelusuri ke distributor maupun tempat pemotongan apabila diperlukan. Khusus untuk minyak, sudah ada produk pemerintah yaitu Minyak Kita yang harus stabil di harga Rp15.700, sehingga tidak boleh ada yang menjual di atas harga tersebut," tandasnya.
Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi di Bandung Capai Rp160 Ribu per Kilogram, Beras Masih Stabil
| Pohon Setinggi 15 Meter di Cimahi Tumbang Timpa PKL dan Siswa SD Citeureup, 11 Orang Luka-luka |
|
|---|
| Viral Video Keributan di Melong Cimahi, Rupanya Berawal dari 'Ngapel' dalam Kondisi Mabuk |
|
|---|
| Tugas Guru Honorer di Sekolah Negeri Berakhir Desember 2026, Pemkot Cimahi Tunggu Regulasi Pusat |
|
|---|
| 700 Anak di Cimahi Teridentifikasi Putus Sekolah, Alasannya dari Faktor Ekonomi sampai Nikah Dini |
|
|---|
| Waspada! Kasus Campak di Kota Cimahi Melonjak, 28 Anak Positif Akibat Belum Vaksin MR |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pengecekan-Harga-Bahan-Pokok-Penting-di-Pasar-Atas-Kota-Cimahi.jpg)