Daftar Lengkap 18 Rute BRT Metro Jabar Trans di Bandung, Ada Angkot Diganti Bus
Bus Rapid Transit (BRT) Metro Jabar Trans (MJT) rencananya akan memiliki 18 jalur yang beroperasi penuh pada 2027.
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, angkat bicara terkait sejumlah jalan di Kota Bandung bakal menyempit imbas terdampak jalur khusus BRT di beberapa titik.
Nantinya, sejumlah ruas jalan yang dijadikan jalur khusus BRT atau on corridor tersebut bakal menyempit karena bakal dipasang sparator, sehingga kondisi ini berpotensi mengalami kemacetan di Kota Bandung.
Farhan mengatakan, terkait kondisi itu pihaknya ingin melihat gambar teknisnya terlebih dulu karena bagaimanapun juga proyek BRT tersebut akan membawa risiko kemacetan dan ketidaknyamanan yang sangat berat.
"Ini saya peringatkan, pembangunan konstruksi BRT akan membawa konsekuensi ketidaknyamanan dan kemacetan yang sangat berat. Jadi, kita harus mampu menanggungnya bersama-sama," ujarnya saat ditemui di Kantor Kelurahan Samoja, Selasa (10/2/2026).
Farhan mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukan untuk mengatasi kemacetan tersebut, pihaknya akan berkomunikasi dengan berbagai pihak karena saat ini masih dibayangkan lancar-lancar saja.
"Saya harus menghadap dulu ke Dirjen Perhubungan Darat, komunikasi dengan warga yang terdampak di sepanjang jalan dari Ahmad Yani sampai ke Cibereum, Rajawali sampai ke Tegalega, dan Pasar Baru," kata Farhan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, jalur on corridor tersebut akan segera dibangun pada tahun ini. Tetapi, yang pertama akan dilakukan pembangunan Depo BRT di Terminal Cicaheum dan Leuwipanjang serta dibangun beberapa halte.
"Di jalur khusus itu nanti ada pembatasnya, separator seperti di Jakarta. Kalau misalkan penggunaan busnya nanti 2,5 sampai 2,8 meter, berarti kurang lebih ya 3 meter lah (lebar jalur)," katanya beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan, jalur khusus atau on corridor BRT di Kota Bandung itu di antaranya yakni Jalan Sudirman, Rajawali, Pasirkoja, Tegallega, Otista, Dewi Sartika, Banceuy, Naripan, Ahmad Yani dan sejumlah jalan yang lainnya.
"Jalur khusus 3 meter, kayak Otista nanti ambil jalur kiri terus nanti yang crossing-nya kayak di Ahmad Yani, di Sudirman juga ada crossing, tapi kebanyakan di jalur kiri," ucap Rasdian.
Berdasarkan informasi yang diterima dari Kementerian Perhubungan, kata Rasdian, pembangunan jalur khusus on corridor dan halte tersebut rencananya akan dimulai pada Februari 2026 ini.
"Kalau yang off koridor lagi mulai dibangun seperti di jalan Juanda sama haltenya. Tapi on corridor progres belum kontrak, rencana kontraknya Februari, itu untuk halte dan separatornya," ujarnya.
Rasdian mengatakan, dengan adanya jalur khusus itu, nantinya sejumlah ruas jalan di Kota Bandung akan menyempit. Sehingga pihaknya harus mulai merancang skema pengaturan arus lalu lintas dengan kepolisian.
"Kalau jangka pendeknya memang harus banyak petugas kita tempatkan dan kita harus koordinasi dengan jajaran kepolisian untuk bagaimana, merekayasa lalu lintas. Nanti akan menyusul Intelligent Traffic System (ITS)," kata Rasdian.
(Tribunjabar.id/Rheina, Hilman Kamaludin)
Baca artikel menarik Tribunjabar.id lainnya di Google News.
| Tertinggi Sepanjang Sejarah, Stok Beras Nasional di Perum Bulog Capai 5,37 Juta Ton |
|
|---|
| Aksi Wadeded Knalpot Brong dan Asap Flare Warnai Selebrasi Bobotoh Persib di Dago CIkapayang |
|
|---|
| Peradi Soroti Tantangan dan Lemahnya Sinkronisasi Penegakan Kode Etik Advokat di Daerah |
|
|---|
| CGV PVJ Jadi Lautan Biru, 1.655 Bobotoh Nobar Final Persib vs Persijap |
|
|---|
| Farhan Pilih Realistis Prediksi Laga Persib vs Persijap, Yang Penting Hattrick Juara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kedatangan-Metro-Jabar-Trans-MJT-Koridor-5.jpg)