Hipmi Sebut Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih Jadi Senjata Baru Jaga Perputaran Uang
Proogram makan bergizi gratis koperasi desa dan kelurahan Merah Putih berpotensi menjaga perputaran ekonomi di level bawah.
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Ketua HIPMI Jabar Radityo Egi Pratama memproyeksi ekonomi Jabar 2026 tumbuh moderat di kisaran 2 persen meski ada pemangkasan fiskal daerah (7/2/2026).
- Penopang utama adalah pasar domestik dan program strategis seperti Makan Bergizi Gratis.
- HIPMI juga melantik Badan Semi Otonom (Basnom) di bidang kuliner hingga pasar modal untuk memperkuat kolaborasi pengusaha muda di tengah ketidakpastian global.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Jawa Barat menilai perekonomian Jawa Barat pada 2026 masih berpeluang tumbuh di tengah tekanan pemangkasan belanja pemerintah daerah dan ketidakpastian global.
Kekuatan pasar domestik dan aktivitas pengusaha dinilai menjadi penopang utama.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Barat, Radityo Egi Pratama, dalam acara Pelantikan Bersama Badan Otonom BPD Hipmi Jawa Barat di DPRD Jawa Barat, Sabtu (7/2/2026).
Egi mengatakan penyesuaian fiskal daerah hampir pasti berdampak pada sejumlah sektor, terutama yang selama ini bergantung pada belanja pemerintah.
Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menekan ekonomi secara menyeluruh.
“Kalau kita lihat, memang ada konsekuensi dari pemotongan transfer ke daerah. Dampaknya pasti terasa. Tapi di sisi lain, ada penggerak ekonomi dari bawah yang justru menguat,” kata Egi.
Ia menyebut program makan bergizi gratis (MBG) serta pembentukan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih di setiap kabupaten/kota sebagai faktor yang berpotensi menjaga perputaran ekonomi di level bawah.
Menurutnya, struktur ekonomi Jawa Barat masih ditopang oleh pelaku usaha kecil dan menengah.
“Fondasi ekonomi kita itu pengusaha-pengusaha domestik. Bukan hanya UMKM, tapi juga pengusaha pemula dan yang sedang berkembang. Aktivitas merekalah yang menjaga sirkulasi ekonomi tetap hidup,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tercatat 5,32 persen.
Meski demikian, Egi menilai capaian tersebut tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk 2026, mengingat adanya perubahan kebijakan fiskal dan dinamika global.
Hipmi Jabar memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tahun depan berada pada kisaran moderat.
“Kalau bisa tumbuh di kisaran 2 persen itu sudah realistis dalam kondisi sekarang. Kalau sampai 2–3 persen tentu sangat baik, tapi perlu dihitung secara hati-hati,” katanya.
Terkait kondisi geopolitik global yang memanas, Egi menilai dampaknya terhadap perekonomian daerah relatif terbatas.
| PKL Eyckman Dibongkar Dedi Mulyadi, Walkot Farhan Terima Kasih ke Pemprov Jabar: Kami Terkendala |
|
|---|
| Basketball Campus League Regional Bandung Diramaikan 13 Kampus, Termasuk Dari Bogor dan Tasikmalaya |
|
|---|
| Pengamat ITB Soroti Penertiban PKL di Bandung, Relokasi Dinilai Harus jadi Solusi |
|
|---|
| Mengapa Bukan Pemkot Bandung Malah Dedi Mulyadi yang Bongkar PKL di Eyckman? Ini Penjelasan Farhan |
|
|---|
| 16 PAC PPP Kota Bandung Versi Agus Suparmanto Mengaku Solid dan Tunggu Hasil Putusan Soal Muktamar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Ketua-Umum-BPD-Himpunan-Pengusaha-Muda-Indonesia-Ja.jpg)