Longsor Besar di Cisarua
Basarnas Bantah Isu Longsor Susulan di Cisarua KBB, Mahkota Gunung Burangrang Terus Dipantau
Kepala SAR Bandung bantah ada longsor susulan di Cisarua KBB. Video viral tanah bergerak disebut karena lumpur jenuh air.
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Ravianto
Ringkasan Berita:
- Titik Rawan: Mahkota longsor Cisarua diduga berada di Gunung Burangrang dan dalam kondisi labil.
- Kendala Cuaca: Operasi pencarian menggunakan pola on-off karena hujan ringan hingga lebat yang memicu risiko bagi personel.
TRIBUNJABAR.ID, CISARUA - Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana membatah adanya longsor susulan yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Meski ada potensi, belum ada laporan peristiwa longsor susulan.
Video yang memerlihatkan tanah bergerak di area longsor disebut karena lumpur dalam keadaan jenuh dengan air.
"Sampai saat ini belum ada pergerakan tanah, cuma itu tetap jadi fokus kami di SAR gabungan," kata Ade Dian, Kamis (29/1/2026).
Hasil Pemetaan Badan Geologi
Ade mengungkapkan, Badan Geologi telah melakukan pemetaan jalur longsor di Cisarua.
Baca juga: Update Longsor Cisarua KBB: Hari Ini Basarnas Temukan Kerangka Manusia, Bukan Korban Longsor
Sumber atau mahkota longsor diduga berada di Gunung Burangrang.
"Sejauh dari ESDM dari Badan Geologi telah mengasesmen dari semua sektor, tapi kami tetap mewaspadai adanya pergeseran tanah," ujarnya.
Ade menambahkan, wilayah Cisarua diguyur hujan dengan itensitas ringan hingga sedang dalam dua hari terakhir.
Hal itu pula yang menjadi kendala dalam misi pencarian korban.
Penerapan Pola Pencarian On-Off
"Cuaca tidak menentu, visibilitas terbatas, serta meningkatnya kejenuhan tanah yang berdampak pada tingginya potensi longsor, operasi hari ini dilakukan selektif dengan pola on-off, dengan mengutamakan keselamatan personil," tandasnya.
Sebelumnya, Ade mengkonfirmasi adanya potensi longsor susulan karena curah hujan yang mengguyur wilayah Cisarua.
Curah hujan dengan intensitas ringan dan lebat membuat mahkota longsor di Gunung Burangrang akan tergenang air hingga berpotensi mengakibatkan longsor susulan.
"Yang dikhawatirkan kami dengan cuaca hujan ringan sampai dengan lebat yang mengakibatkan genangan air di mahkota itu bisa mengakibatkan terjadinya longsor susulan, itu laporan yang kami dapat dari ahli geologi," kata Kepalas kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana di Posko Basarnas, Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Rabu (28/1/2026).
Kondisi Tanah Labil di Mahkota Longsor
Ade mengungkapkan, kontur tanah di titik mahkota longsor dinilai masih dalam kondisi labil, khususnya saat diguyur hujan seperti yang terjadi hari ini.
Kerawanan mahkota longsor pula yang mendorong Basarnas akhirnya sempat menghentikan sementara misi pencarian korban.
| Relokasi Korban Longsor Pasirlangu Masih Menggantung, Musyawarah Desa KBB Belum Temui Titik Temu |
|
|---|
| Mitigasi Longsor Pasirlangu: Tebar Benih Pakai Drone & Tukar Guling Lahan |
|
|---|
| Misteri 10 Jenazah Tak Teridentifikasi Longsor Cisarua, Pemakamannya Diiringi Tangis Ratusan Warga |
|
|---|
| Tangis Ai di Makam Massal Cisarua: Kehilangan 7 Saudara, Ikhlaskan Cucu Lewat Ritual Genggam Tanah |
|
|---|
| Sepuluh Jenazah Tanpa Nama Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Secara Massal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/longsor-cisarua-gunung-burangrang.jpg)