Longsor Besar di Cisarua
Kucing Oyen Diselamatkan dari Longsor Cisarua, Lusuh dan Kelaparan, Langsung Dibawa Pentolan Bobotoh
Seekor kucing warna oranye diselamatkan dari tepi hamparan tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Seekor kucing warna oranye diselamatkan dari tepi hamparan tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Rabu (28/1/2026) siang.
- Kucing tersebut kemudian dimasukkan ke dalam keranjang hijau dan dilakukan observasi oleh salah petugas dengan berpakaian hazmat.
- Saat diselamatkan, seorang pentolan bobotoh, Tobias Ginanjar kebetulan berada di lokasi. Kucing tersebut langsung menarik perhatian Tobias.
Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Seekor kucing warna oranye diselamatkan dari tepi hamparan tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Rabu (28/1/2026) siang.
Berdasarkan pengamatan Tribun Jabar di lokasi, kucing oranye tersebut diselamatkan saat petugas tengah membuat jalur pencarian dan evakuasi korban longsor pada pukul 13.43 WIB.
Kucing oranye itu terlihat lusuh, tak berdaya, mata yang seolah memancarkan ketakutan, hingga dipenuhi dengan noda lumpur.
Baca juga: Cerita Relawan Temukan Mayat Perempuan dan Anak di Longsor Cisarua, Posisi Meringkuk Tertutup Lumpur
Kucing tersebut kemudian dimasukkan ke dalam keranjang hijau dan dilakukan observasi oleh salah petugas dengan berpakaian hazmat. Elusan lembut dari petugas membuat sang kucing begitu nyaman.
Di media sosial, salah satu akun mengaku sebagai pemilik kucing oranye. Disebutkan, kucing oranye itu bernama Milo, yang tak sempat dibawa saat dirinya dan keluarga melarikan diri dari rumah pada peristiwa longsor, Sabtu (24/1/2026) din hari.
Saat diselamatkan, seorang pentolan bobotoh, Tobias Ginanjar kebetulan berada di lokasi. Kucing tersebut langsung menarik perhatian Tobias hingga memutuskan untuk mengadopsi.
"Bawa ka posko weh, ke ku urang bawa ka imah (bawa aja, nanti sama saya dibawa ke rumah), ke klinik dulu," kata Tobias.
Dalam unggahannya di media sosial, terlihat Tobias memberikan makan kucing oranye dengan daging ayam.
Tak ayal, suwiran daging ayam yang disodorkan langsung dimakan dengan lahap.
"Kelaparan banget," kata Tobias.
Potensi Longsor Susulan
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terpantau terus mengguyur lokasi pencarian korban longsor hingga Rabu (28/1/2026).
Baca juga: Data Terbaru Longsor Cisarua KBB: 158 Warga Terdampak, 80 Orang Tewas dan 48 Rumah Rata dengan Tanah
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, menegaskan bahwa wilayah Jawa Barat saat ini telah memasuki puncak musim hujan.
Hal ini menyebabkan potensi cuaca ekstrem masih sangat tinggi, terutama di kawasan perbukitan seperti Cisarua.
BMKG memberikan peringatan serius kepada para petugas dan relawan agar tetap waspada terhadap ancaman longsor susulan.
"Untuk sepekan ke depan, potensi hujan masih besar terjadi. Kami mengimbau petugas di lokasi untuk mewaspadai longsoran susulan, mengingat longsor sebelumnya dipicu oleh hujan lebat ekstrem pada Jumat lalu," ujar Rahayu saat ditemui di lokasi, Rabu (28/1/2026).
longsor Cisarua
kucing
pencarian korban
Kecamatan Cisarua
Kabupaten Bandung Barat
Tobias Ginanjar
multiangle
| Relokasi Korban Longsor Pasirlangu Masih Menggantung, Musyawarah Desa KBB Belum Temui Titik Temu |
|
|---|
| Mitigasi Longsor Pasirlangu: Tebar Benih Pakai Drone & Tukar Guling Lahan |
|
|---|
| Misteri 10 Jenazah Tak Teridentifikasi Longsor Cisarua, Pemakamannya Diiringi Tangis Ratusan Warga |
|
|---|
| Tangis Ai di Makam Massal Cisarua: Kehilangan 7 Saudara, Ikhlaskan Cucu Lewat Ritual Genggam Tanah |
|
|---|
| Sepuluh Jenazah Tanpa Nama Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Secara Massal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kucing-berwarna-oranye-diselamatkan-petugas-di-Longsor-Cisarua-2.jpg)