Pemkot Bandung Siapkan Ruang Isolasi di RSUD Jika Ada Warga Terkena Super Flu
Pemkot Bandung bakal menyiapkan ruang isolasi di rumah sakit jika ada warga Kota Kembang yang terkonfirmasi terkena super flu.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Kemal Setia Permana
Ringkasan Berita:
- IDI Jabar mencatat ada 10 warga di Jawa Barat yang terinfeksi virus influenza H3N2 subclade K
- Pemkot Bandung bakal menyiapkan ruang isolasi di rumah sakit jika ada warga Kota Kembang yang terkonfirmasi terkena super flu
- Pemkot Bandung bersama Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan pengamatan dengan sangat seksama
- Wali Kota Bandung memastikan hingga saat ini belum ada warga Kota Bandung yang terkena super flu tersebut
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemkot Bandung bakal menyiapkan ruang isolasi di rumah sakit jika ada warga Kota Kembang yang terkonfirmasi terkena virus influenza (H3N2) subclade K atau yang kerap disebut super flu.
Seperti diketahui, IDI Jabar mencatat ada 10 warga di Jawa Barat yang diketahui terinfeksi virus influenza H3N2 subclade K setelah menjalani pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan metode whole genome sequencing.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan terkait ancaman super flu tersebut, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kota Bandung akan mengamati dengan sangat seksama.
"Apabila memang ada yang terindikasi mengidap super flu di Kota Bandung, kita sudah siapkan di RSUD tempat isolasi yang sangat baik," ujar Farhan di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (7/1/2026).
Namun Farhan memastikan hingga saat ini belum ada warga Kota Bandung yang terkena super flu tersebut.
Tetapi, upaya pencegahan akan dilakukan dengan cara melakukan screening.
Baca juga: Virus Super Flu Terdeteksi di Jabar, Dinkes Kota Bandung Ambil Sampel Pasien Influenza
"Screening-nya di puskesmas dan di rumah sakit, apabila ada keluhan flu, itu akan kita waspadai. Kalau itu (penggunaan masker), harus dari Kementerian Kesehatan. Kita enggak boleh bicara soal pengendalian pandemi, itu mesti di Kementerian Kesehatan," ucap Farhan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, mengatakan pihaknya sudah ditugaskan untuk megambil sampel dari pasien-pasien yang diduga terkena influenza.
"Kemudian sampel itu dikirim ke Kementerian Kesehatan di Kementerian Kesehatan diperiksa dengan alat yang canggih Kemudian di feedback-an. Untuk virus super flu ini belum ada feedback dari Kementerian Kesehatan," ujarnya beberapa waktu lalu.
Pihaknya juga memastikan hingga saat ini belum menerima laporan dari puskesmas terkait adanya warga Kota Bandung yang terkena super flu tersebut, meskipun kasusnya sudah masuk ke wilayah Jawa Barat.
"Kota Bandung belum terinformasikan ada orang terkena super flu," kata Sony. (*)
| Ngulik AI for Leaders, Strategi Pemkot Bandung Perkuat Kepemimpinan Berbasis Data |
|
|---|
| Benarkan Ada ASN Pemkot Bandung di Luar Kota saat WFH, Farhan: ke Purwakarta, Karawang, Majalengka |
|
|---|
| Kepergok Kelayapan! 137 ASN Pemkot Bandung Terdeteksi di Luar Lokasi Saat WFH, TPP Terancam Dipotong |
|
|---|
| Pemkot Bandung Pertimbangkan Bandung Timur Jadi Lokasi Sekolah Rakyat Usai 3 Lahan Tak Layak |
|
|---|
| ASN Pemkot Bandung yang WFH Tiap Jumat di Atas 60 Persen, Unsur Pejabat Wajib Ngantor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Ruang-Isolasi-RS-Mitra-Plumbon-Majalengka-difteri.jpg)