Kamis, 14 Mei 2026

IDI Jabar: Kasus "Super Flu" Terdeteksi pada 10 Pasien di Jawa Barat

IDI Jabar mengatakan virus yang menginfeksi 10 pasien tersebut kerap disebut sebagai “super flu” oleh masyarakat.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Canva
ILUSTRASI FLU - Sebanyak 10 warga di Jawa Barat diketahui terinfeksi virus influenza H3N2 subclade K setelah menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan metode whole genome sequencing. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 10 warga di Jawa Barat diketahui terinfeksi virus influenza H3N2 subclade K setelah menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan metode whole genome sequencing.

Ketua IDI Jawa Barat, dr. Moh. Lutfhi membenarkan temuan tersebut,

Menurutnya, pemeriksaan terhadap sejumlah pasien itu dilakukan untuk memastikan jenis virus influenza yang menginfeksi.

“Dari hasil pemeriksaan genom tersebut, diketahui bahwa ada pasien dinyatakan positif H3N2 subclade K. Data yang saya terima, di Jawa Barat ada 10 pasien yang sudah diperiksa dan hasilnya positif dari pemeriksaan whole genome sequencing,” ujar dr. Lutfhi, Minggu  (4/1/2026).

Kendati demikian, pihaknya belum dapat memaparkan secara rinci lokasi persebaran kasus tersebut.

dr. Luthfi menuturkan, pengumpulan dan pemetaan data epidemiologi menjadi kewenangan dinas kesehatan dan Kementerian Kesehatan.

“Kami belum memegang data detail wilayahnya, karena survei epidemiologi itu biasanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi dan Kementerian Kesehatan,” katanya.

Dia menjelaskan, virus yang menginfeksi 10 pasien tersebut kerap disebut sebagai “super flu” oleh masyarakat.

Namun dalam istilah medis, penyakit tersebut masuk dalam kategori influenza like illness (ILI), yakni penyakit dengan gejala menyerupai flu yang dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus.

Menurutnya, untuk virus influenza sendiri terdapat dua tipe utama yang selama ini dikenal, yakni H1N1 dan H3N2. Di Indonesia, H3N2 justru menjadi tipe yang paling sering ditemukan.

“H3N2 ini sebenarnya sudah umum. Subclade K memang hasil mutasi, tetapi perubahannya tidak ekstrem dan masih mirip dengan karakter virus influenza lainnya,” jelasnya.

Dengan temuan tersebut, IDI Jawa Barat meminta masyarakat tidak panik. Dari sisi tingkat keparahan, penyakit ini dinilai tidak jauh berbeda dengan flu biasa, meskipun penularannya cenderung lebih cepat.

“Secara umum ini virus flu, tidak seperti Covid-19. Tingkat bahayanya hampir sama dengan virus flu lain, hanya saja penyebarannya lebih cepat,” kata dr. Lutfhi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved