Minggu, 3 Mei 2026

Natal dan Tahun Baru 2026

Dishub Jabar Prediksi Hampir Separuh Warga Bepergian Saat Libur Nataru

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memprediksi ada 21,2 juta warga atau hampir separuh dari total populasi di Jabar melakukan perjalanan saat masa libur.

Tayang:
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/Deanza Falevi
ARUS LALU LINTAS - Kepadatan arus lalu lintas pada momen libur Natal di KM 76 A Tol Cipularang, tepatnya di wilayah Sadang, Kabupaten Purwakarta, Kamis (25/12/2025) siang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memprediksi ada 21,2 juta warga atau hampir separuh dari total populasi di Jabar melakukan perjalanan saat masa libur Natal 2025 dan tahun baru 2026 (nataru).  

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memprediksi ada 21,2 juta warga atau hampir separuh dari total populasi di Jabar melakukan perjalanan saat masa libur Natal 2025 dan tahun baru 2026 (nataru). 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan, perhatian pada libur nataru kali ini akan fokus pada pola pergerakan yang terkonsentrasi di jalur wisata serta tingginya penggunaan kendaraan pribadi.

"Kenaikan volume kendaraan diprediksi akan menimbulkan tekanan tinggi pada ruas jalan arteri dan akses menuju destinasi wisata. Ini menjadi fokus utama kami dalam pengendalian lalu lintas tahun ini," ujar Dhani, Kamis (25/12/2025).

Baca juga: Ada Truk Mogok di Siang Hari, Arus Lalu Lintas Tol Cipularang Padat di KM 76 A saat Libur Natal

Dhani memprediksi puncak pergerakan terjadi pada 24–25 Desember 2025 dengan estimasi 10,8 juta orang bergerak dalam kurun waktu 48 jam.

Dishub Jabar pun telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan (bottleneck), di antaranya Kawasan Puncak (Bogor), jalur Bandung-Ciwidey, Lembang, akses Pantai Pangandaran, serta ruas tol keluar-masuk Bandung Raya dan Bogor.

Adapun antisipasi untuk mengurai kepadatan, sejumlah kebijakan rekayasa lalu lintas bakal diterapkan seperti one way, contra flow, dan sistem buka-tutup secara situasional berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

"Keputusan teknis operasional ada pada kepolisian, namun kami mendukung penuh dari sisi prasarana seperti penempatan rambu portabel, water barrier, hingga optimalisasi penerangan jalan umum (PJU) di titik-titik rawan," ucapnya. 

Menurutnya, dari total pergerakan warga saat libur nataru ini, 60 persen diperkirakan bertujuan untuk wisata. Dishub Jabar, kata dia, memperkuat manajemen arus di jalur arteri menuju destinasi unggulan.

Baca juga: 457 Kusir Delman di Garut Dapat Kompensasi Rp 365 Juta Selama Libur Nataru

Satu di antara langkah yang diambil adalah penggunaan rambu pendahulu petunjuk jurusan (RPPJ) portabel untuk mengarahkan pengguna jalan ke rute alternatif guna menghindari penumpukan di satu titik.

Terkait operasional Tol Cisumdawu dan Bocimi yang kini menjadi magnet baru, Dhani mengimbau pengendara untuk mengantisipasi keterbatasan rest area permanen.

"Pengendara diarahkan untuk menggunakan fasilitas di luar gerbang tol terdekat, seperti Rest Area Parungkuda di Tol Bocimi. Kami juga menyiapkan pos komando gabungan untuk menangani keperluan darurat pengendara," ucapnya.

Dhani mengimbau agar masyarakat selalu memantau informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dan cuaca melalui berbagai kanal resmi dan tepercaya sebelum melakukan perjalanan demi memastikan liburan yang aman, nyaman, dan lancar. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved