Potensi Teras Cihampelas Bandung, Bisa Susul Malioboro jika Dikelola Serius
Teras Cihampelas menyimpan potensi besar sebagai ikon wisata kota, bahkan bisa sejajar dengan kawasan pedestrian legendaris seperti Malioboro
Penulis: Nappisah | Editor: Seli Andina Miranti
“Kita pengin Teras Cihampelas ini dikelola seperti Teras Malioboro, bisa dalam bentuk UPTD atau BULD. Jadi jelas ke mana pedagang harus mengadu, jelas juga konsep wisatanya. Pemerintah kan urusannya banyak, banjir, sampah, macet kalau maintenance teras ini tanpa skema kerja sama, berat,” kata Edo.
Saat ini, Teras Cihampelas memiliki 192 kios, terdiri dari 140 kios suvenir dan 52 kios kuliner.
Namun realitas di lapangan menunjukkan tantangan berat, terutama bagi pedagang suvenir yang kalah bersaing dengan toko daring.
“Kalau kuliner masih bisa bertahan, karena makan itu harus dinikmati di tempat. Tapi suvenir head to head dengan e-commerce. Harga online lebih murah, bisa gratis ongkir,” tuturnya.
Meski demikian, Edo menyayangkan jika Teras Cihampelas hanya berhenti sebagai proyek yang dibangun lalu dibiarkan. Terlebih, skywalk ini pernah masuk jajaran skywalk terpanjang ke-4 di dunia.
Baca juga: Teras Cihampelas Bermasalah: Wali Kota Bandung Akan Bongkar Jika Hasil Loading Test Tidak Layak
Dikatakannya, Teras Cihampelas sejatinya memiliki nilai simbolik dan kebanggaan tersendiri bagi Kota Bandung.
“Kalau kita melihat Krisna di Bali, Teras Malioboro di Yogyakarta, tentunya kami juga berharapnya seperti itu. Karena sayang banget, Teras Cihampelas ini atau skywalk ini ternyata masuk urutan nomor empat di dunia. Skywalk yang ada di Indonesia cuma kami. Jadi sayang banget kalau tempat ini hanya dibangun lalu dibiarkan,” ujarnya.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, para pedagang masih menyimpan harapan agar Teras Cihampelas kembali ke masa jayanya.
“Terlebih lagi kan di sini ada teman-teman pedagang yang memang berharap teras ini balik lagi ke masa jayanya seperti di awal,” kata Edo.
Harapan itu sejalan dengan tren kunjungan wisata ke Jawa Barat yang masih tinggi. Wisatawan Nusantara (Wisnus) yang melakukan perjalanan tujuan Jawa Barat pada Oktober 2025 tercatat sebanyak 17,04 juta perjalanan, atau naik 0,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berjumlah 17,03 juta perjalanan. Menurut Yoga (33), warga Tamansari, Kota Bandung, mengatakan kawasan ini sebenarnya memiliki daya tarik unik.
“Teras Cihampelas bisa menjadi pusat wisata. Daya tariknya unik, aksesnya mudah, cuma memang PR-nya di transportasi, terutama kemacetan di sekitar Ciwalk,” kata Yoga.
Menurutnya, dari sisi perhotelan kawasan Cihampelas justru sudah sangat mendukung.
“Dari segi penginapan padahal sudah mendukung, karena kawasan ini pusat jeans yang sangat tersohor. Menurut saya ini bisa jadi andalan,” ujarnya.
Yoga mengaku sudah lama tidak berkunjung langsung ke Teras Cihampelas, meski kerap melintas di kawasan tersebut.
Ia menilai kekhawatiran soal bangunan perlu disikapi serius, namun harus dibarengi pembenahan tata kelola.
“Sekilas memang sudah mengkhawatirkan dari sisi bangunannya. Kalau memang harus dibongkar, perhatikan juga tata kelolanya, pengawasan, dan maintenance. Karena pas awal kawasan ini sebenarnya sudah bagus,” katanya. (*)
| Foto-foto Penampakan Kawasan Cicadas Bandung Malam Ini Usai Semua Kios PKL Resmi Dirobohkan |
|
|---|
| Toko King dan Toko Timur di Cicadas Tinggal Kenangan, Kini Cicadas Bebas PKL Toko Itu Bisa Buka Lagi |
|
|---|
| Puncak Perayaan Persib Juara Akan Digelar di Asia Afrika, Pemain Angkat Piala di JPO Gedung Merdeka |
|
|---|
| Rute Konvoi Juara Persib Bandung 2026: Start Gedung Sate dan Finish di Gedung Merdeka |
|
|---|
| Perayaan Persib Bandung Juara Diprediksi Terpusat di Dago Cikapayang, Polisi Lakukan Antisipasi |
|
|---|
