Kesadaran Warga Cimahi terhadap Kanker Payudara Masih Rendah, Datang Berobat saat Stadium 3
Angka kanker payudara di Jawa Barat perlu perhatian serius. Pasalnya, sebaran kasus kanker payudara tidak hanya di kota-kota besar
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.D, CIMAHI - Kesadaran wanita di Jawa Barat, khususnya Kota Cimahi terhadap kanker payudara dinilai masih rendah. Mayoritas dari mereka datang ke fasilitas kesehatan (Faskes) saat kanker payudara yang dialami telah menginjak stadium 3.
Hal itu terungkap pada Seminar dan Workshop Kesehatan di Puskesmas Leuwigajah Kota Cimahi hasil kolaborasi Priangan Cancer Care dan Pemkot Cimahi, Rabu (10/12/2025).
"Permasalahannya, sampai saat ini, jumlah kanker payudara yang datang ke Rumah Sakit Hasan Sadikin dan rumah sakit besar lainnya, mereka datang saat stadium besar, kebanyakan yang datang stadium 3 bahkan 4.Yang stadium 1 dan 2 masih sedikit presentasi nya," kata Ketua Program Studi (Prodi) Spesialis-2 (Sp2) Bedah, Universitas Padjadjaran (Unpad) sekaligus dewan pembina yayasan Priangan Cancer Care, dr Monty Priosodewo Soemitro di lokasi.
Monty mengungkapkan, angka kanker payudara di Jawa Barat perlu perhatian serius. Pasalnya, sebaran kasus kanker payudara tidak hanya di kota-kota besar seperti Bandung, melainkan telah merata di berbagai daerah.
Baca juga: Cimahi Bakal Segera Punya Underpass Gatot Subroto, Urusan Lahan Pendukung Hampir Rampung
Mengacu pada data statistik American Cancer Society, 1 dari 8 wanita mengalami kanker payudara invasif.
"Saya di RSHS mendapatkan pelayanan setiap hari Kamis, 16 orang dalam satu bulan saya pegang, belum dokter yang lain, belum di RSUD Cibabat, Santosa, Boromeus, dan lain lain. Jadi berarti tinggi. (Sebarannya) rata, data riil sebenarnya dari Banjar, Tasik, Garut banyak, di daerah banyak," ungkapnya.
Seminar dan workshop yang digelar merupakan langkah penguatan terhadap tenaga kesehatan sekaligus edukasi terhadap masyarakat khususnya warga Cimahi.
Di Cimahi, lanjut Monty, fasilitas penunjang untuk mendekati kanker payudara telah dimiliki oleh seluruh puskesmas. Dia berharap, fasilitas berupa alat USG (Ultrasonografi) bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus langkah deteksi dini terhadap kanker payudara.
Baca juga: Unpad Teliti Manfaat Limbah Kulit Pisang untuk Deteksi Dini Kanker
"Kita datang berbagi pengetahuan untuk dokter umum yang bekerja di klinik maupun puskesmas se Cimahi untuk belajar memahami bagaimana cara menggunakan USG yang sudah dibagikan itu untuk deteksi dini kelainan payudara. Lalu penyuluhan, bagaimana agar tidak menakutkan tapi justeru membuat masyarakat, ibu ibu, wanita belum menikah lebih peduli terhadap kesehatan payudara," tegasnya.
Pola hidup tidak sehat disebut menjadi faktor utama kanker payudara pada wanita. Mengkonsumsi makan tinggi lemak, seperti ayam goreng, gorengan, hingga minimnya olah raga menjadi faktor utama terjadinya kanker payudara.
"80 persen itu pola hidup, satu pola makan, aktivitas fisik, management stress, dan keturunan. Faktor keturunan 5-10 persen, yang 90 persen pola hidup, makanan ayam negeri, makan berlemak, gorengan, olah raga kurang," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, dr. Mohammad Dwihadi Isnalini, mengkonfirmasi jika seluruh puskesmas di Kota Cimahi telah memiliki alat USG. Selain untuk keperluan pemeriksaan kesehatan untuk ibu dan anak, alat tersebut juga bisa difungsikan untuk mendeteksi kanker payudara.
"Ya, jadi sebenarnya alat USG-nya itu diberikan untuk kegiatan KIA sebenarnya untuk apa kesehatan ibu dan anak cuman karena kita juga ada alat USG kan berarti bisa juga digunakan untuk pemeriksaan lainnya seperti itu," kata Dwihadi.
Dwihadi mendorong kepada warga Cimahi untuk meningkatkan kesadaran terhadap kanker payudaran. Langkah deteksi dini bisa dilakukan secara mudah bahkan gratis dengan datang langsung ke puskesmas yang ada di Kota Cimahi.
"Seminar ini juga pesan terhadap perempuan di Kota Cimahi dan juga menyampaikan informasi pentingnya para perempuan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri kemudian kalau ada keluhan-keluhan langsung bisa menghubungi pihak tenaga kesehatan di Puskesmas atau di fasilitas kesehatan lainnya," tandasnya.
| Viral Geng Motor Brutal di Cimahi, Hajar Korban di Tengah Jalan hingga Rampas Barang Berharga |
|
|---|
| Harga Kedelai Naik, Produsen Tempe di Cimahi Perkecil Ukuran agar Harga Tempenya Tak Ikut Naik |
|
|---|
| Harga Kedelai Impor Naik Bikin Produksi Tempe di Cimahi Turun 30 Persen |
|
|---|
| Fakta Pilu di Balik Kematian Lansia di Kontrakan Cimahi, Hidup Sendiri dengan Penyakit Komplikasi |
|
|---|
| Kronologi Penemuan Jasad Kuraesin di Cipageran Cimahi: Tetangga Curiga Lampu Mati Selama Seminggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Deteksi-kanker-di-cimahi.jpg)