Senin, 13 April 2026

Menko Muhaimin Iskandar Dorong Lulusan SMK Bersaing di Pasar Kerja Internasional

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menekankan sekolah harus menyiapkan siswa/siswi sekolah menengah kejuruan dengan baik.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
DIWAWANCARAI - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, saat diwawancarai seusai kunjungan ke SMKN 1 Kota Bandung dalam rangka sosialisasi Program SMK Go Global, Senin (01/12/2025). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menekankan sekolah harus menyiapkan siswa/siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan baik. Tujuannya guna mengisi pasar kerja internasional melalui Program SMK Go Global.

“Saya meminta semua pihak dari hulu ke hilir bersama-sama berkolaborasi mencari jalan keluar. Kita sama-sama meningkatkan skill kompetensi bahasa, softskill yang dibutuhkan untuk lulusan SMK bekerja di tingkat global,” ujar Muhaimin saat berada di SMKN 1 Kota Bandung, dalam rangka sosialisasi Program SMK Go Global, Senin (1/12/2025).

Muhaimin mengatakan, lebih dari 1,6 juta lulusan SMK belum bekerja. Selain itu sekitar 1,5 juta lulusan baru muncul setiap tahun sehingga berpotensi menjadi masalah sosial.

Baca juga: Pelajar dan Guru SMK Berebut Gelar Terbaik di Festival Vokasi Satu Hati 2026

Pasar global, kata dia, saat ini membuka ruang lebar bagi tenaga kerja Indonesia. Negara-negara seperti Jepang, Jerman, Turki, dan Slovakia membutuhkan tenaga terampil dalam jumlah besar. Lulusan SMK dapat mengisi ruang-ruang tersebut. 

Presiden pun, kata dia, telah menargetkan 500 ribu hingga 1 juta talenta global dalam beberapa tahun ke depan. Target ini hanya dapat terwujud jika SMK berani melakukan transformasi standar internasional.

“Manfaat pertama bekerja ke luar negeri sebagai bagian dari peningkatan kapasitas upskill anak-anak kita. Di sisi yang lain, tentu saja bekerja di luar negeri memiliki peluang penghasilan yang cukup memungkinkan untuk kita membahagiakan keluarga,” katanya. 

Baca juga: SMK Kesehatan Dewantara Cikarang Utara Kunjungi PT Bintang Toedjoe Site Cikarang

Mewujudkan visi tersebut, SMK perlu memastikan setiap siswa/siswinya memiliki empat kompetensi utama, yakni produktivitas, daya saing, kemauan belajar, hingga kemampuan mandiri dan mengembangkan diri.

Pemerintah akan membenahi kurikulum SMK agar mengadopsi standar minimum kompetensi sesuai negara tujuan, termasuk standar bahasa.

“Saya yakin dan optimis ke depan para tenaga kerja kita, terutama lulusan SMK yang akan bekerja di luar negeri akan membawa kapasitas Indonesia dan membawa kemajuan rakyat kita,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved