Melihat Trend Turnamen Olahraga Golf di Bandung, Kini Bertransformasi ke Dunia Digital
Meski dulu dikenal sebagai olahraga kalangan atas, golf kini perlahan mulai bergeser jadi bagian dari gaya hidup di Bandung.
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Golf masih menunjukkan eksisnya di tengah pesatnya perkembangan olahraga kekinian seperti padel dan picklebal. Olahraga ini tetap bertahan, bahkan menunjukkan tren naik di kalangan generasi baru.
Meski dulu dikenal sebagai olahraga kalangan atas, golf kini perlahan mulai bergeser jadi bagian dari gaya hidup di Bandung.
Hal ini berkaca dari semakin banyaknya anak muda yang hadir di driving range maupun ikut turnamen amatir.
“Golf di Bandung itu sekarang makin seru, ya. Kalau dulu identik sama pebisnis, sama orang-orang yang punya jabatan. Pada akhirnya kita juga sering lihat di sosial media. Sekarang pemain-pemainnya juga masih muda, yang bahkan masih sekolah,” kata Muhammad Akbar Ridho Hilal, CEO dari Golfinity Indonesia, saat ditemui TribunJabar.id, di Padang Golf Sulaiman, Senin (28/9/2025).
Melihat trend tersebut, pihaknya yang merupakan golf academy platform berbasis digital, menyelenggarakan Golfinity Pro-Am Tournament yang diikuti oleh 97 orang, dimulai kategori profesional hingga pemula.
Tren golf ini tak muncul begitu saja. Dengan kemunculan komunitas-komunitas golf anak muda, pendekatan yang lebih casual, dan estetika golfwear yang semakin stylish, banyak yang mulai melihat golf sebagai olahraga yang fun dan tetap prestisius.
Faktor lain yang berperan adalah digitalisasi. Beberapa platform dan sekolah golf mulai merancang sistem berbasis online, memudahkan siapa pun untuk mencari pelatih, jadwal latihan, hingga tempat bermain tanpa harus jadi anggota klub elite terlebih dahulu.
“Kami sedang siapkan sistem digital agar siapa pun bisa belajar golf dari mana saja,” tambahnya.
Menurutnya, meski terlihat tenang, golf menyimpan tantangan yang cukup unik baik secara fisik maupun mental. Bagi generasi yang tumbuh dengan ritme serba cepat, golf justru jadi ruang untuk memperlambat sejenak dan belajar mengatur fokus.
“Golf itu bukan cuma soal teknik, tapi juga melatih kontrol emosi, kesabaran, dan konsistensi,” kata dia.
Dia menuturkan, tidak sedikit juga yang melihat golf sebagai cara baru untuk bersosialisasi.
“Kalau misalnya kita meeting sama orang lain ya, mungkin 1 jam, 2 jam udah jenuh. Tapi kalau di golf itu kita bisa main 4-5 jam, kita bisa ngomong hal penting, bisa ketawa-ketawa bareng, bisa Refreshing. Kalau yang anak mudanya bisa saling curhat bareng. Itu yang membedakan golf sama olahraga lain,” ujarnya.
Pihaknya berambisi sesuai dengan tema yang diusung, “United the golfer, driving the future". Menjembatani golf akademi hingga community hub.
“Jadi kita pengen ngumpulkin para pemain golfer dari seluruh kalangan, baik itu dari para pemain pro, dari para amatir maupun dari regulator. Harapannya kita bisa bersinergi bersama-sama membangun olahraga golf di tanah air supaya bisa lebih maju, lebih berprestasi di masa yang akan datang," jelasnya.
| Gaji Guru Honorer Sudah Dibayarkan, Tapi DPRD Beri Catatan untuk Pemkot Bandung |
|
|---|
| Dua Pelaku Begal Kurir Paket di Astanaanyar Bandung Ditangkap, 1 Babak Belur Diamuk Massa |
|
|---|
| Summarecon Bandung Hadirkan Diamond Commercial, Ruko Eksklusif di Jantung Bisnis Timur Kota |
|
|---|
| Soroti Penanganan Sampah di Kota Bandung, Relawan Kang Pisman dan Buruan SAE Diluncurkan |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Kurir di Astanaanyar Bandung Dibegal saat Berteduh Siang Hari, Motor dan Paket Raib |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Golfinity-Pro-Am-Tournament-di-Padang-Golf-Sulaiman.jpg)