Senin, 27 April 2026

Gempa Sesar Lembang Mengintai, KBB Darurat Alat Deteksi Bencana, Pengadaan Terkendala Anggaran

Kabupaten Bandung Barat belum memiliki sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di tengah intaian gempa Sesar Lembang.

@bmkgbandung
SISTEM PERINGATAN DINI - Foto dokumnetasi gempa bumi Magnitudo 2,3 mengguncang Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Cimahi, Selasa (19/8/2025). Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum memiliki sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di tengah intaian bencana alam berupa gempa Sesar Lembang. 

Laporan kontributor Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum memiliki sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di tengah intaian bencana alam berupa gempa Sesar Lembang.

Padahal saat ini aktivitas patahan atau Sesar Lembang terdeteksi mengalami peningkatan.

Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, Meidi.

"EWS itu adanya di BMKG, kami belum ada," kata Meidi saat dikonfirmasi, Rabu (20/8/2025).

Meidi mengungkapkan pengadaan EWS merupakan hal yang mendesak. Apalagi 16 kecamatan di KBB berstatus rawan bencana alam.

Idealnya, EWS dapat mencakup seluruh kecamatan sehingga dapat menekan dampak bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Baca juga: Sesar Lembang Berguncang, Cimahi dan Bandung Barat Digoyang Gempa Magnitudo 2,3

"Kalau saya ingin ideal, karena KBB ini rawan bencana 16 Kecamatan, dibutuhkan anggaran kurang lebih Rp4,5 miliar sampai Rp5 miliar, untuk 16 kecamatan. Tapi anggaran untuk itu belum ada," ungkapnya.

BPBD Bandung Barat telah melakukan pemetaan terhadap daerah yang memiliki risiko terdampak bencana lebih tinggi. Mulai dari Desa Ciledug Kecamatan Rongga, Desa Cibenda Kecamatan Cipongkor, hingga beberapa desa di Kecamatan Lembang.

"Kita terus melakukan upaya upaya mitigasi jadi itu sudah kewajiban BPBD, terlepas ada kejadian luar biasa atau tidak," tandasnya.

Aktivitas Sesar Lembang sendiri terpantau mengalami peningkatan.

Dalam dua bulan terakhir, sudah ada 7 gempa dari Sesar Lembang yang terekam oleh BMKG. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved