Jumat, 5 Juni 2026

Musim Panen Kue Kering: 75 Persen Penjualan J&C Cookies Bertumpu pada Momen Ramadan dan Idulfitri

Produsen kue kering J&C Cookies menyiapkan berbagai inovasi produk, strategi produksi lebih awal, hingga kolaborasi hampers.

Tayang:
Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
Produsen kue kering J&C Cookies menyiapkan berbagai inovasi produk, strategi produksi lebih awal, hingga kolaborasi hampers untuk menghadapi musim penjualan Lebaran 2026. 

Ringkasan Berita:
  • J&C Cookies menyiapkan strategi produksi masif hingga 600 toples/hari untuk Lebaran 2026 (12/2/2026). 
  • Selain varian klasik, hadir tiga rasa baru: Almond Choco Cheese, Caramel Pistachio, dan Button Cookies. 
  • Dengan target kenaikan omzet 25 persen, J&C mengandalkan hampers kolaboratif lintas sektor serta lini produk sehat bebas gluten untuk menarik minat pasar korporat dan individu.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Menjelang Ramadan hingga Idul Fitri, permintaan kue kering kembali meningkat. Tradisi menyajikan kue kering saat Lebaran tentu masih menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Indonesia, baik untuk suguhan keluarga maupun hantaran. 

Melihat tren tersebut, produsen kue kering J&C Cookies menyiapkan berbagai inovasi produk, strategi produksi lebih awal, hingga kolaborasi hampers untuk menghadapi musim penjualan Lebaran 2026.

Business & Development Manager J&C Cookies, Farhan Basyir, mengatakan bahwa Lebaran masih menjadi momen penjualan terbesar bagi industri kue kering. 

“Sekitar 75 persen penjualan tahunan J&C Cookies berasal dari periode Ramadan dan Idul Fitri. Kue kering identik dengan hari raya Lebaran, jadi memang ini bisa dibilang musim panennya. Seluruh persiapan biasanya difokuskan untuk momen ini,” ujar Farhan saat ditemui di Bober Cafe, Jalan Riau, Kamis (12/2/2026).

Farhan mengatakan untuk menyemarakan Lebaran tahun ini, J&C Cookies menghadirkan tiga varian baru, yakni Almond Choco Cheese, Caramel Pistachio, dan Button Cookies. 

Ketiga produk tersebut diharapkan menjadi pilihan favorit konsumen sekaligus memberi nuansa baru pada suguhan Lebaran. 

Meski begitu, kue kering klasik seperti nastar, kastengel, sagu keju, dan berbagai kue kering tradisional lainnya tetap dipertahankan karena selalu memiliki penggemar setia.

Farhan menjelaskan, konsumen kue kering tergolong sensitif terhadap rasa dan kualitas. 

“Kami berupaya menjaga konsistensi produk dengan menggunakan bahan premium, termasuk butter Wijsman, serta mempertahankan proses produksi handmade, karena detail kecil seperti tingkat kematangan saat memanggang dapat memengaruhi cita rasa yang dirasakan pelanggan. Konsumen loyal biasanya sangat peka terhadap perubahan rasa. Tantangan kami adalah menjaga konsistensi kualitas meskipun produksi meningkat,” katanya.

Selain inovasi produk, J&C Cookies juga menyiapkan berbagai pilihan hampers Lebaran. 

Konsumen dapat membeli paket hampers siap kirim atau melakukan kustomisasi isi dan desain sesuai kebutuhan. 

Tahun ini, kata di, J&C juga menghadirkan hampers kolaboratif bersama sejumlah brand lokal dari berbagai sektor, seperti fashion, skincare, hingga produk makanan lain. 

Sementara itu dari sisi produksi, Farhan mengatakan persiapan Lebaran 2026 sudah dimulai sejak November 2025. 

“Jarak antara musim Natal dan Tahun Baru dengan Ramadan cukup berdekatan, sehingga kami harus menyiapkan strategi produksi lebih awal. Pada puncak musim Lebaran, kapasitas produksi J&C Cookies bisa mencapai sekitar 600 toples kukis per hari, dengan proses produksi yang berlangsung hingga sekitar satu minggu sebelum Idul Fitri,” tuturnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved