Patin dan Kambing Bakar Bambu Kembali! Sambara Bandung Siap Manjakan Lidah Wisatawan
Tampilan restoran Sajian Sambara pun tampak minimalis dengan sentuhan warna yang netral sehingga memberi kesan yang nyaman.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Pasca kebakaran hebat Agustus 2025, Sajian Sambara resmi beroperasi kembali sejak Januari 2026 dengan konsep minimalis (13/2/2026).
- Resto ini tetap mempertahankan menu andalan seperti Patin Bambu dan Ayam Tangkap dengan peningkatan kualitas rasa.
- Berkapasitas 100 orang, Sambara kini siap menjadi destinasi kuliner Nusantara favorit di Bandung melalui sistem prasmanan dan menu ala carte.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sempat terbakar habis pada Agustus 2025 lalu, Sajian Sambara yang dikenal dengan sajian khas Sunda dan Nusantara ini resmi kembali beroperasi sejak Januari 2026.
Tampilan restoran Sajian Sambara pun tampak minimalis dengan sentuhan warna yang netral sehingga memberi kesan yang nyaman.
Ketika memasuki area resto, sambutan hangat dengan senyuman ramah pun hadir dari pramusaji.
Bangunan yang sebelumnya habis tidak ada sisa satupun, hanya ada puing-puing tersisa kini telah berubah menjadi tempat makan yang bisa menarik wisatawan.
Corporate Executive Chef, Dandi Sumaryandi mengatakan peristiwa tersebut sebagai ujian besar bagi seluruh tim. Ia menegaskan bahwa proses bangkit dilakukan dengan kesabaran serta usaha bersama manajemen dan karyawan.
Menurutnya, pembukaan kembali restoran pada Januari menjadi titik penting setelah masa renovasi beberapa bulan.
“Alhamdulillah tanggal 24 Januari kemarin kita sudah bisa berdiri kembali seperti ini. Mudah-mudahan tamunya makin banyak dan makanan kita makin disukai, karena ada beberapa perubahan dari servis makanan sampai penataan ulang dari nol,” kata Dandi saat ditemui, Jumat (13/2/2026).
Secara kuliner, Sambara tetap mempertahankan identitasnya sebagai restoran dengan dominasi masakan Jawa Barat, namun tetap menghadirkan ragam kuliner Nusantara.
Pengembangan menu dilakukan rutin agar pilihan hidangan terus relevan dengan selera pelanggan.
“Di sini kita makanannya khususnya Jawa Barat, tapi secara keseluruhan Nusantara. Setiap bulan ada development menu, kita lihat apa yang disukai, apa yang belum ada. Kadang kita buat fusion antar masakan Nusantara supaya ada sesuatu yang baru,” jelasnya.
Sejumlah menu khas tetap menjadi daya tarik, di antaranya ayam tangkap, patin bambu, serta kambing bakar bambu. Tak hanya rasa, cara penyajian juga menjadi bagian dari pengalaman kuliner.
“Kambing bambu disajikan dengan hot plate panas, jadi ada sensasi sizzling asap saat dihidangkan. Ayam tangkap juga kita sajikan dengan konsep unik supaya tamu penasaran. Nama boleh sama dengan tempat lain, tapi tampilan dan pengalaman makannya berbeda,” ujarnya.
Kembalinya restoran ini juga disambut positif pelanggan lama.
Banyak tamu yang sebelumnya menunggu pembukaan kembali kini mulai berdatangan. Bahkan, menurut Dandi, sebagian pelanggan menilai cita rasa Sambara semakin kuat.
| Tak Ada Ampun, Satpol PP Kota Bandung Bongkar Kios di Suniaraja Percepat Penertiban Bangli |
|
|---|
| Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 di Bandung Sumbang Dua Truk Sampah |
|
|---|
| Persib Bandung Hadapi PSM Malam Ini, Polisi Siapkan Ribuan Personel Amankan Bandung |
|
|---|
| Bandung Jadi Kota Pembuka Travel4All Mampir Malaysia Roadshow 2026, Dorong Minat Wisata Masyarakat |
|
|---|
| Bandung Banjir Event, Farhan Sebut Dongkrak Ekonomi hingga Tumbuh 5,29 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Ragam-menu-di-Sajian-Sambara-salah-satunya.jpg)