Sabtu, 30 Mei 2026

Bandung Design Biennale 2025 Resmi Dibuka, Angkat Tema ‘Archiving Innovation’

BDB 2025 digelar di Tamansari Laswi City (eks Gudang KAI), Jalan Sukabumi, Kota Bandung, mulai 3–25 Oktober 2025.

Tayang:
tribunjabar.id / Putri Puspita Nilawati
Hasil karya seniman di Bandung Design Biennale 

Lebih jauh, BDB 2025 juga menjadi ruang kritik terhadap kondisi Kota Bandung

“Melalui karya, ada kritik tata kota dan tata sosial. Banyak ide ‘nakal’ yang bisa memicu semua orang berpikir ulang tentang Bandung. Seharusnya pemerintah juga bisa menata kota bersama-sama dengan warganya. Karya-karya di BDB ini adalah trigger menuju dialog,” ujar Prananda.

Salah satu karya Bandung Lights misalnya, berangkat dari keresahan soal minimnya perencanaan kota. Isu aksesibilitas bagi kelompok termarjinalisasi pun turut tersirat dalam karya-karya peserta.

Menurut Prananda, semangat Bandung sejak awal abad ke-20 adalah perlawanan. Ia merujuk pada buku The Engineer of Happy Land karya Rudolf Mrázek, yang menyoroti bagaimana masyarakat pribumi mengakali teknologi kolonial Belanda untuk perjuangan kemerdekaan.

“Spirit perlawanan itu masih ada, dalam bentuk sehari-hari. Misalnya, Laswi Heritage yang dulunya gudang mati kini bisa dihidupkan kembali sebagai arena kreatif. Ide-ide rebel ini justru memicu orang untuk berpikir ulang tentang Bandung,” katanya.

Menurutnya BDB 2025 bukan hanya perayaan estetika desain, melainkan ruang untuk memantik kesadaran sosial, mempertemukan desainer dengan publik, serta mendorong lahirnya wacana baru tentang kota.

“Desain bukan sekadar hal indah, tapi juga bentuk kritik pembangunan, stimulan pembangunan, bahkan bisa melahirkan pemikiran baru. Karya di BDB adalah pemicu dialog untuk menata kota bersama-sama,” ucap Prananda.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved