Ikatan Alumni Politeknik Manufaktur Bandung Gelar Reuni Akbar
Ikatan Alumni Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung menggelar Kegiatan Reuni Akbar
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Ikatan Alumni Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung menggelar Kegiatan Reuni Akbar Ikatan Alumni Polman Bandung, di Kampus Polman Jalan Kanayakan-Dago, Sabtu (8/6/2023).
Reuni akbar tersebut, dihadiri oleh ribuan lebih alumni dari angkatan 76 sampai 2022. Menurut Perwakilan Ikatan Alumni Polman Bandung, Agus Hendianto, pada kegiatan ini dipamerkan juga 20 produk yang dibuat oleh alumni.
"Selain itu juga ada penandatanganan Koperasi Kompak yang diinisiasi oleh alumni kami. Karena, alumni kami sekitar 15 hingga 20 persen menjadi entrepreneur,"ujar Ketua IKA Polman Agus saat ditemui di Reuni Akbar 2023 Alumni Polman Bandung, Sabtu (8/7/2023).
Baca juga: Polman Bandung di Ajang Porseni XIII Tahun 2022 Banjarmasin
Menurut Agus, pihaknya pun mendorong pemerintah memperhatikan industri manufaktur dalam negeri.
Banyak Sumberdaya Manusia (SDM) yang memilih kerja di luar negeri karena gaji dalam negeri masih kecil.
Agus mengatakan, kondisi manufaktur saat ini masih banyak dikuasai oleh Tiongkok.
Banyak negara yang kebutuhan manufakturnya masih bergantung pada Tiongkok.
"Manufaktur terbesar di China hampir 80 persen dunia bergantung di sana dan tantangan kita adalah sudah menerapkan TKDN jadi pemerintah membeli barang TKDN ini tantangan tersendiri," katanya.
Dengan sudah adanya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Agus menjelaskan, ini menjadi pacuan untuk industri manufaktur dalam negeri menciptakan barang jadi yang lebih murah dibandingkan dengan produk dari Tiongkok.
"Tantangan kita bagaimana memberikan harga lebih murah. Dan persaingan dengan China sangat berat hampir seluruh dunia tidak sanggup lawan mereka nah itu jadi tantangan besar," katanya.
Baca juga: Polman Bandung Menerima Mahasiswa Baru, 4 Jurusan dan 15 Prodi Siap Penuhi Kebutuhan Industri
Lebih lanjut, Agus mengatakan, Indonesia saat ini mendapatkan keuntungan yaitu bonus demografi.
Artinya, angkatan kerja baru banyak dibandingkan angkatan kerja tua. Kondisi ini juga jauh berbeda dibandingkan beberapa negara lain seperti Jepang, dan Korea.
"Problemnya, banyak angkatan kerja kita yang bagus malah kesana ke luar negeri. Hal ini karena faktor gaji yang belum bagus dalam negeri. Tapi bagusnya kalau mereka di sana belajar dan balik bagus membangun dalam negeri," katanya.
Soal SDM dalam negeri, menurutnya, masih banyak angkatan muda kerja baru yang minat dalam manufaktur.
Peluang lapangan kerja juga dirasakannya masih banyak. Hanya saja, persoalan gaji yang menjadi pertimbangan.
"Peluang lapangan kerja masih besar, hanya saja tantangannya tadi, karena harganya cost dari harga jual kan dari gaji macem-macem. Jadi gaji tidak terlalu besar," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Ikatan-Alumni-Politeknik-Manufaktur-Polman-Bandung.jpg)