Selasa, 7 April 2026

DRAMATIS, Apriyanti Operasi Caesar saat kebakaran, Modal Senter HP, Perut Sempat hanya Diplester

Meski perut yang terbuka karena operasi caesar sempat hanya diplester, namun nyawa ibu dan bayinya berhasil diselamatkan.

TRIBUN SUMSEL/IKA ANGGRAINI
Apriyanti (34) pasien Kebidanan RS HM Muara Enim yang menjalani operasi caesar saat kebakaran terjadi di RS Daerah tersebut, Rabu (17/3/2021). Ibu dan bayi selamat dan dalam kondisi sehat. 

TRIBUNJABAR.ID - Proses bersalin seorang ibu rumah tangga di Muara Enim berlangsung dramatis.

Pasalnya, sang ibu melahirkan di tengah situasi kebakaran.

Meski perut yang terbuka karena operasi caesar sempat hanya diplester, namun nyawa ibu dan bayinya berhasil diselamatkan.

Peristiwa dramatis tersebut terjadi di RS HM Rabain Muara Enim, Sumatera Selata, Rabu (17/3/2021).

Dilansir dari Sripoku.com, Apriyanti (34), arga RT 3 Desa Tegalrejo Muara Enim menarik nafas lega usai menjalani operasi caesar untuk melahirkan anak pertamannya dalam tragedi kebakaran.

Apriyanti didampingi suaminya Sutrisno (36) tampak tersenyum bahagia saat di temui di ruang Anggur tempat Apriyanti dirawat inapkan.

Dikatakannya hingga saat ini wanita tersebut masih syok setelah melewati proses operasi caesar yang bertepatan terjadinya kebakaran di RS HM Rabain Muaraenim.

Baca juga: Demi KBM Tatap Muka Kembali Digelar, Disdik Ajukan 6.700 Guru di Majalengka Jalani Vaksinasi Covid

"Sejujurnya sampai saat ini rasanya masih gemetar, bagaimana tidak, saat kebakaran terjadi, perut saya sedang dibedah oleh dokter untuk mengeluarkan anak pertama saya,"katanya.

Dikatakan Apriyanti, saat itu dirinya mendengar suara gaduh dari ruang operasi dan orang berteriak kebakaran.

"Saat di saya sedang menjalani operasi dan posisi perut masih dibedah, tiba-tiba listrik padam dan saat itu, yang ada dalam benak saya sudah campur aduk.

Namun saya lihat wajah dokter yang mengoperasi saya, dia sangat tenang dan para medis yang ada mengelilingi sayapun mengatakan agar saya tidak panik,di situ saya juga ikutan tenang, namun tetap saja, kekhawatiran itu tetap ada," katanya.

Demi KBM Tatap Muka Kembali Digelar, Disdik Ajukan 6.700 Guru di Majalengka Jalani Vaksinasi Covid

Dijelaskan Apriyanti, di tengah hiruk pikuk suara di luar ruang operasi dan suasana gelap gulita di dalan ruangan operasi, akhirnya tim medispun tetap melanjutkan operasi tersebut dengan bermodalkan cahaya senter dari handphone.

"Saya sudah pasrah saja, saya bilang ke tim medis, kalau ada apa-apa tolong jangan tinggalkan saya sendiri di ruang operasi ini, saya cemas dan khawatir, takut api membesar.

Karena ruangan operasi ini adalah ruangan paling dekat dengan ruangan yang terbakar, tapi karena dokter Bertha yang mengoperasi saya bawaannya tenang, saya juga berusaha untuk menenangkan diri saya.

Saya lihat mereka tetap melanjutkan pekerjaan mereka untuk menjahit perut saya dan menyelesaikan pekerjaan mereka ,cukup lama itu dilakukan di tengah suara-suara ribut dari luar ruangan, dan bau asap pun sudah sangat terasa didalam ruang operasi itu," katanya.

Baca juga: Mohammad Ahsan Tak Termasuk Pebulutangkis Indonesia yang Wajib Karantina, 20 Orang Harus Diisolasi

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved