Kamis, 9 April 2026

Waspada Penyakit Jantung, Kenali Ciri-ciri, dan Cara Penanganannya

Jantung harus dijaga kesehatannya agar berfungsi dengan baik karena bila tidak maka dapat mengganggu kinerja beberapa organ tubuh lainnya

istimewa
dr Giky Karwiky,Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Santosa Hospital Bandung Central 

TRIBUNJABAR.ID,- JANTUNG merupakan salah satu organ penting yang ada pada tubuh manusia. Fungsi jantung pada tubuh yakni untuk memompa darah dan mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh. Darah yang dialirkan jantung inilah yang membawa oksigen dan berbagai nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh.
Melihat pentingnya organ jantung, maka organ ini harus dijaga kesehatannya agar berfungsi dengan baik karena bila tidak maka dapat mengganggu kinerja beberapa organ tubuh lainnya. Bila ini tidak dilakukan, sistem kerja jantung akan melemah bahkan bisa saja berhenti dan bisa berujung pada kematian.
Untuk mengetahui lebih banyak seputar jantung, berikut informasi seputar penyakit jantung menurut dr Giky Karwiky, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Santosa Hospital Bandung Central.

Santosa_Hospital_alamat
Santosa_Hospital_alamat (istimewa)

1. Apa itu penyakit jantung?
Penyakit jantung adalah kondisi ketika jantung mengalami gangguan. Jantung merupakan organ vital sebesar kepalan tangan kita yang berfungsi sebagai pompa untuk mengalirkan darah yang kaya oksigen dan nutrisi ke triliunan sel tubuh dan memompanya ke paru paru untuk membersihkan darah “kotor” dan sel darah merah mengikat oksigen yang diperlukan tubuh. Bentuk gangguan itu sendiri bisa bermacam-macam. Beberapa jenis penyakit jantung yang umumnya ditemui adalah :
• Penyakit arteri koroner – penyempitan pembuluh darah jantung merupakan penyakit jantung yang paling ditemui.
• Aritmia – gangguan pada irama jantung.
• Penyakit jantung bawaan – kelainan jantung sejak lahir.
• Kardiomiopati – gangguan pada otot jantung.
• Infeksi jantung – infeksi pada jantung akibat bakteri, virus, atau parasit.
• Penyakit katup jantung – gangguan pada salah satu atau keempat katup jantung.

2. Apa saja gejala penyakit jantung? Apa benar gejala penyakit jantung pada kaum wanita berbeda dengan kaum pria? Kalau benar, apa bedanya?
Karena jantung berfungsi sebagai pompa maka gejala yang dirasakan ketika jantung terganggu adalah tanda kegagalan pompa jantung diantaranya adalah kelelahan tanpa sebab, nyeri dada, berkeringat sangat berlebih tanpa sebab, sesak nafas, dada berdebar, bengkak di kaki, dan pingsan
Nyeri dada adalah gejala utama sakit jantung. Nyeri dada akibat penyakit jantung diakibatkan oleh otot jantung kekurangan oksigen dan nutrisi akibat dari menyempitnya arteri koroner yang memperdarahi otot otot jantung. Keluhan penyakit arteri koroner adalah adanya nyeri di dada kiri.
Nyeri dada penyakit jantung berkarakteristik tertentu, seperti hilang dan muncul berhubungan dengan aktivitas dan kalau digambarkan bagaikan ditindih benda berat.Gejala khas yang merupakan gejala penyakit jantung ini adalah nyeri yang terasa seperti ditindih beban berat.
Artinya, ia tidak bisa ditunjuk seperti menunjuk suatu titik. Nyeri tersebut berhubungan aktivitas fisik. Baik itu dari sisi kemunculannya atau pertambahan rasa nyeri yang ada. Sehingga, jika dicurigai keluhan penyakit jantung, Anda tinggal melihat apakah pada saat melakukan aktivitas fisik atau menambah intensitasnya, berhubungan lurus dengan rasa nyeri yang ada.
Rasa nyeri tersebut bisa menjalar ke lengan, punggung bahkan rahang. Namun pada wanita gejala itu terkadang tidak khas, nyeri atipikal atau nyeri dada ini pada wanita terkadang bisa nyeri di ulu hati, seolah terkena maag atau masuk angin.
Pada wanita sebelum menopause angka kejadian penyakit jantung koroner lebih rendah dibandingkan pria, karena hormon estrogen melindungi wanita dari progresifitas penuaan pada pembuluh darah. Namun setelah menopause wanita lebih sering menderita lebih berat daripada pria karena banyaknya penyakit yang menyertai wanita pada saat usia tua diantaranya kolesterol yang tinggi, hipertensi dan obesitas.

3. Penyakit jantung bisa menyerang siapa saja?
Penyakit jantung bisa menyerang siapa saja dari beragam usia. Tetapi tentu saja tergantung pada jenis penyakit jantungnya. Pada bayi baru lahir lebih sering terjadi kelainan jantung bawaan.
Pada usia dewasa terjadi penyakit yang berhubungan dengan penuaan diantaranya penyakit arteri koroner.

4. Golongan mana yang rentan terkena penyakit jantung?
Penyakit jantung karena arteri koroner rentan terjadi pada orang dengan berbagai penyakit penyerta diantaranya adalah merokok atau memiliki riwayat kencing manis, kolesterol tinggi, darah tinggi dan adanya Riwayat anggota keluarga/saudara, yang terkena penyakit jantung koroner.
Faktor faktor tersebut akan mempercepat terjadinya proses penuaan pada tubuh sehingga meningkatkan kerentanan terjadinya penyakit jantung koroner

5. Bisakah anak muda terkena penyakit jantung?
Bisa jika sudah terpapar terhadap faktor resiko tersebut diantaranya kebiasaan merokok dan menggunakan obat obatan narkotika, serta konsumsi alcohol berlebih bisa menyebabkan penyakit jantung yang premature.

6. Apa saja penyebab penyakit jantung?
Lebih dari tiga per empat (80 persen) penyakit jantung koroner sebenarnya dapat dicegah dengan tidak merokok, melakukan olahraga teratur, mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang serta terbebas dari stress.
Tapi terdapat jenis gangguan penyakit jantung yang memang didapat sejak lahir yang tidak ada kaitannya dengan pola hidup yang keliru.
Secara umum terdapat beberapa jenis penyakit jantung yaitu penyakit arteri koroner, kardiomiopati, penyakit katup jantung, penyakit jantung bawaan dan gangguan irama jantung.

7. Bila dikaitkan dengan gaya hidup saat ini, apa saja gaya hidup atau life style yang bisa memicu penyakit jantung?
Faktor risiko terjadinya penyakit jantung terdiri dari faktor risiko yang dapat kita kendalikan dan yang tidak dapat dikendalikan. Faktor resiko yang tidak dapat dikendalikan diantaranya seperti usia, jenis kelamin dan faktor genetik.
Diantara faktor resiko yang bisa dikendalikan adalah kurang aktivitas fisik, merokok, pola makan yang tidak sehat, tekanan darah tinggi dan kencing manis.
Orang yang bekerja setidaknya 55 jam per minggu memiliki risiko terkena penyakit jantung dibanding orang yang bekerja selama 35-40 jam per minggu. Hal ini bisa disebabkan karena tekanan pekerjaan di kantor yang tinggi. Semakin banyak Anda menghabiskan waktu untuk bekerja atau lembur maka semakin banyak hal yang Anda pikirkan.
Kondisi seperti itu akan membuat rentan stres dan tidak punya waktu luang untuk berolahraga. Kurang olahraga karena Anda sering lembur akan menyebabkan tubuh khususnya jantung menjadi tidak sehat. Sebenarnya, jika Anda bermalas-malasan di rumah terlalu lama menonton tv dan kurang berolahraga juga sama saja akan meningkatkan risiko serangan jantung.
Orang yang merokok memiliki risiko penyakit jantung yang meningkat secara signifikan. Nikotin mengonstriksi (membengkak dan membekukan) pembuluh darah Anda. Selain itu, karbon monoksida yang diisap dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah sehingga membuatnya lebih rentan terhadap aterosklerosis.
Serangan jantung lebih sering terjadi pada perokok daripada bukan perokok, namun perokok pasif yang terus-menerus terekspos asap rokok juga berisiko terserang penyakit jantung koroner.

Makan terlalu banyak makanan yang memiliki jumlah lemak jenuh, lemak trans, garam, dan gula yang tinggi menyebabkan kolesterol yang dapat berkontribusi terhadap penyakit jantung. Tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat meningkatkan risiko pembentukan plak dan aterosklerosis. Kolesterol tinggi dapat disebabkan oleh kolesterol LDL (low-density lipoprotein) tingkat rendah, yang dikenal sebagai kolesterol jahat. Kolesterol HDL tingkat rendah, atau yang dikenal sebagai kolesterol baik, juga dapat berkontribusi pada pengembangan aterosklerosis.
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pengerasan dan penebalan pembuluh darah, mempersempit saluran pembuluh darah. Ini adalah salah satu penyebab sakit jantung yang harus Anda waspadai karena acap kali tekanan darah tinggi tidak terdeteksi tanpa pemeriksaan rutin.
Diabetes dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Diabetes tipe 2 dan penyakit jantung koroner memiliki faktor risiko yang sama, seperti obesitas dan tekanan darah tinggi. Kadar gula darah yang tinggi di dalam darah akan merusak lapisan dalam pembuluh darah dan akan menyebabkan penyakit penuaan seperti penyakit jantung, stroke, ginjal, katarak, impotensi, dan sumbatan pada pembuluh darah kaki.

8. Ada istilah serangan jantung, bisa dijelaskan, apa itu serangan jantung?
Serangan jantung adalah gangguan jantung serius ketika otot jantung tidak mendapat aliran darah karena terjadi sumbatan akut arteri koroner yang memperdarahi otot jantung. Kondisi ini akan mengganggu fungsi pompa jantung dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Sumbatan arteri koroner pembuluh darah yang memasok darah ke jantung (pembuluh darah koroner), akibat timbunan kolesterol yang membentuk plak di dinding pembuluh darah dan pada saat terjadi serangan jantung plak ini pecah karena proses peradangan kronis. Pecahnya plak ini menyebabkan terjadinya sumbatan akut bisa mencapai sumbatan total 100 persen. Bila tidak ditangani segera dalam 20 menit lebih otot jantung akan mengalami kematian

9. Bagaimana tindakan bagi mereka yang terkena serangan jantung?
Serangan jantung adalah kondisi gawat darurat yang perlu ditangani secepatnya. Oleh karena itu, segera pergi ke rumah sakit jika mengalami gejala-gejala serangan jantung.
Pengobatan yang diberikan dokter dapat berupa obat-obatan atau pemasangan ring jantung. Metode pengobatan tergantung pada parahnya serangan jantung dan waktu terjadinya keluhan

10. Bagaimana pengobatan pada penyakit jantung?
Pengobatan tergantung kepada jenis penyakit jantung yang dialami pasien. Pada umumnya, metode pengobatan penyakit jantung meliputi:
• Perubahan gaya hidup. Menjalani pola hidup sehat dapat mencegah penyakit jantung makin memburuk. Beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain dengan melakukan olahraga ringan 30 menit sehari, mengonsumsi makanan rendah lemak dan rendah sodium, berhenti merokok, dan membatasi konsumsi minuman beralkohol.
• Obat-obatan. Obat yang digunakan untuk mengobati penyakit jantung tergantung kepada jenis penyakit jantung itu sendiri.
• Prosedur Medis. Pada kasus penyakit arteri koroner dokter akan menjalankan prosedur bedah, agar kondisi pasien tidak semakin memburuk. Sebagai contoh, bila arteri pasien hampir atau sudah tertutup seluruhnya, dokter akan memasang stent atau ring ke arteri, agar aliran darah pasien kembali normal.
Prosedur yang dilakukan tergantung kepada jenis penyakit jantung dan tingkat kerusakan jantung yang dialami pasien. Prosedur lain yang sering dilakukan adalah operasi bypass jantung. Prosedur operasi ini dilakukan dengan mencangkok pembuluh darah lain, sehingga aliran darah melewati pembuluh darah yang baru tersebut.
Sedangkan pada penyakit irama jantung atau masalah denyut jantung yang lemah bisa diatasi dengan penanaman alat pacu jantung di dada. Alat tersebut mengeluarkan impuls listrik agar denyut jantung kembali normal.
Penderita dapat kembali beraktivitas sehari hari tanpa terganggu dengan adanya alat pacu jantung di dada. Jangka waktu baterei pacu jantung ini berkisar 7-10 tahun yang apabila habis perlu penggantian baterei kembali. Pada kasus denyut jantung terlalu cepat menandakan jantung tidak memompa dengan baik.
Peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh menjadi kurang. Apabila darah yang dipompakan ke otak kurang maka bisa tiba-tiba tak sadarkan diri. Upaya yang dilakukan setelah terapi obat tak kunjung sembuh adalah dengab kateter ablasi untuk memperbaiki listrik dalam tubuh yang mengalami 'konsleting'. Setelah tindakan medis itu denyut jantung bisa kembali normal tanpa mengkonsumsi lagi obat obatan

11. Apakah mereka yang sudah terkena penyakit jantung bisa sembuh?
Kembali lagi bergantung pada jenis penyakit jantung yang terjadi pada kebanyakan kasus penyakit jantung koroner menyebabkan , otot jantung yang rusak setelah serangan jantung tidak dapat tumbuh kembali atau mengalami regenerasi sel.
Memang, selama ini ada bukti jika serangan jantung bisa ditunda atau dicegah secara agresif. "Namun, jika serangan jantung sudah terjadi dan otot jantung ikut mati, sel-sel yang sudah rusak tidak dapat ditumbuhkan kembali,".
Demikian juga saat ada gangguan atau masalah di katup jantung karena katup menyempit, bocor, atau tidak bisa menutup dengan sempurna. Sekali kondisi katup jantung sudah kaku, tidak ada cara untuk mengembalikan fleksibilitas katup kecuali diganti atau diperbaiki.
Kendati penyakit jantung tidak dapat disembuhkan seperti kondisi jantung normal, namun penyakit jantung dapat dikendalikan. Sedangkan untuk mengatasi kerusakan otot jantung biang gagal jantung, pasien bisa diberikan alat bantu mekanis untuk membantu jantung memompa darah. Langkah-langkah tersebut tidak menyembuhkan penyakit. Namun, dapat membantu pasien pulih dan mendapatkan kualitas hidup lebih baik.

12. Kalau tidak, bagaimana menjaga tubuh agar tetap sehat meski menderita jantung?
Ada beberapa bukti, jika kondisi tekanan darah dan kolesterol stabil, penumpukan plak di arteri koroner jantung bisa dikendalikan.

13. Pengobatan penyakit jantung di santosa hospital bandung central seperti apa saja?
Pengobatan penyakit jantung di RS santosa merupakan layanan unggulan RS santosa karena memiliki fasilitas lengkap berstandar internasional. RS Santosa merupakan satu satunya RS Swasta di Indonesia yang terakreditasi
Beberapa fasilitas diagnostic merupakan RS rujukan lengkap dari mulai pemeriksaan echocardiography, holter, treadmill test, CT Scan Cardiac, hingga fasilitas terapetik seperti angiografi PCI, Ablasi, pemasangan pacu jantung hingga bedah jantung. Ahlinya jantung di RS santosa merupakan ahli jantung konsultan subspesialistik yang mengenyam pendidikan di dalam dan luar negeri yang sangat berkompeten dalam bidangnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved