Keripik Tomat, Sumbangsih STFI untuk Desa Mekarsari Garut
Asni mengatakan tujuan akhirnya adalah meningkatkan nilai jual tomat dan dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat Desa Mekarsari.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Siapa yang tidak kenal tomat? Buah yang sering dikategorikan sayuran ini mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Selain dikonsumsi secara langsung, tomat juga sering menjadi pelengkap dalam masakan.
Tomat memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh, mengatasi masalah pencernaan, dan baik untuk mata karena adanya kandungan vitamin A.
Dalam bentuk segar maupun olahan, buah tomat memiliki komposisi zat gizi yang cukup lengkap, terdiri dari 5-10% berat kering tanpa air serta 1% kulit dan biji.
Jika buah tomat dikeringkan, sekitar 50% dari berat keringnya terdiri dari gula-gula pereduksi (terutama glukosa dan fruktosa), asam-asam organik, mineral, pigmen, vitamin dan lipid.
Berdasarkan daftar komposisi bahan makanan yang dikeluarkan Departemen Kesehatan RI tahun 2000, kandungan zat gizi pada buah tomat (dalam 100 gram) diantaranya kalori 20 kkal, vitamin C 40 mg, vitamin 1500 SI (Satuan Indonesia), kalsium 5 mg, protein 1 g, lemak 0,3 g dan karbohidrat 4,2 g.
Di balik warna merah yang dimiliki buah tomat, terkandung khasiat sebagai sumber antioksidan kuat seperti likopen dan ß-karoten yang mampu mencegah penyakit kanker.
• VIDEO-Buang Sifat Buruk, Warga Kampung Cikareumbi Lembang Perang Tomat Seperti di Spanyol
• Meski Ribuan Tomat Itu Dilempar ke Berbagai Arah, Para Petani Justru Senang, Ternyata Ini Alasannya
Selain memiliki khasiat sebagai antioksidan, buah tomat juga berperan dalam mengurangi kadar lemak penyebab kegendutan, membentuk otot, menjaga gigi dan tulang tetap sehat, mengontrol kolestrol penyebab hipertensi, serta mencegah dehidrasi.
Desa Mekarsari yang ada di Kabupaten Garut menjadi salah satu daerah penghasil tomat.
Tomat yang dihasilkan, bentuknya buah mentah, setengah matang, hingga matang yang kemudian dijual langsung ke pedagang pengumpul dan pedagang pengecer di Desa Mekarsari.
Jika tidak terjual, tomat dibuang karena tidak bisa disimpan lama.
Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), beberapa dosen yang dibantu mahasiswa Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia melakukan pengabdian masyarakat di Desa Mekarsari.
Satu di antara dosen yang membimbing adalah Nur Asni Setiani.
Ditemui di Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI), Asni mengatakan bentuk pengabdian yang dilakukan adalah penyuluhan dan pelatihan pembuatan produk yang memanfaatkan sumber daya alam di Desa Mekarsari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/warga-desa-mekarsari-saat-pelatihan-bersama-mahasiswa-dan-dosen-stfi.jpg)