Isyana Sarasvati dan Mahasiswa Universitas Ciputra Lahirkan Karya Berpotensi Dilindungi KI
Kakanwil Kemenkum Jabar, Asep Sutandar, memberikan apresiasi tinggi kolaborasi apik antara praktisi industri musik dan civitas akademika
Ringkasan Berita:
- Kolaborasi musisi Isyana Sarasvati dengan mahasiswa Universitas Ciputra melahirkan ilustrasi panggung dan desain album kreatif.
- DJKI menilai perguruan tinggi berperan penting sebagai ruang lahirnya inovasi kreatif sekaligus mendorong generasi muda untuk melindungi karya melalui pendaftaran kekayaan intelektual.
- Kakanwil Kemenkum Jabar Asep Sutandar mengapresiasi kolaborasi tersebut dan mendorong kampus di Jawa Barat aktif mencatatkan karya mahasiswa agar terlindungi hukum.
TRIBUNJABAR.ID - JAKARTA - Kolaborasi antara musisi Isyana Sarasvati dan mahasiswa Universitas Ciputra telah melahirkan karya visual berupa ilustrasi panggung dan desain album yang menarik dan unik. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan industri kreatif dapat menghasilkan karya inovatif yang tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga berpotensi menjadi aset kekayaan intelektual.
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar menyebut karya yang dihasilkan dalam kolaborasi tersebut menjadi contoh bagaimana proses kreatif mahasiswa dapat berkembang menjadi desain yang memiliki unsur kebaruan dan keunikan visual. Apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan, desain tersebut dapat diajukan sebagai Desain Industri ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) untuk memperoleh pelindungan hukum.
“Perguruan tinggi dapat menjadi ruang yang subur bagi lahirnya karya kreatif yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki potensi pelindungan kekayaan intelektual apabila didaftarkan secara resmi,” ujar Herman pada 13 Maret 2026 di Kantor DJKI, Jakarta Selatan.
Pengalaman Universitas Ciputra menunjukkan bahwa proses kreatif di lingkungan kampus dapat menghasilkan karya yang tidak hanya berfungsi sebagai tugas akademik, tetapi juga berpotensi menjadi desain yang bernilai ekonomi. Melalui kolaborasi dengan praktisi industri seperti Isyana Sarasvati, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam mengembangkan ide kreatif yang dapat dimanfaatkan secara lebih luas.
Komitmen Universitas Ciputra dalam pelindungan kekayaan intelektual juga tercermin dari peran aktif Sentra Kekayaan Intelektual (Sentra KI) di bawah LPPM yang secara konsisten mendorong dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk mencatatkan karya mereka ke DJKI. Upaya ini membuahkan hasil ketika pada tahun 2020 Universitas Ciputra meraih penghargaan sebagai perguruan tinggi dengan jumlah permohonan Desain Industri terbanyak.
Lebih lanjut, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri DJKI Agung Damarsasongko menyebut praktik tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat berperan sebagai motor penggerak dalam meningkatkan kesadaran pelindungan kekayaan intelektual di kalangan generasi muda.
Dengan mendaftarkan desain yang memiliki unsur kebaruan, para kreator memperoleh hak eksklusif atas karyanya sehingga dapat mencegah penggunaan tanpa izin oleh pihak lain.
“DJKI terus mengajak para kreator, pelaku usaha, serta institusi pendidikan untuk semakin aktif melindungi karya kreatif mereka melalui sistem pendaftaran kekayaan intelektual. Pelindungan desain industri tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi pencipta desain, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan ekonomi melalui lisensi maupun kerja sama komersial,” ujar Agung.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan pelaku industri kreatif, semakin banyak karya inovatif diharapkan dapat lahir dan memperoleh pelindungan kekayaan intelektual. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kreativitas nasional sekaligus memastikan bahwa karya anak bangsa memiliki nilai tambah dan daya saing di masa depan.
Merespons inspirasi dari kolaborasi apik antara praktisi industri musik dan civitas akademika tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, memberikan apresiasi tinggi sekaligus dorongan semangat bagi perguruan tinggi di wilayahnya. Ia menilai kampus adalah rahim utama lahirnya inovasi kreatif yang bernilai ekonomi tinggi.
"Kami di Kanwil Kemenkum Jabar sangat terinspirasi melihat sinergi luar biasa ini. Jawa Barat sendiri merupakan 'kawah candradimuka' bagi ratusan perguruan tinggi terkemuka dan ekosistem ekonomi kreatif nasional. Kisah sukses kolaborasi ini harus menjadi pemicu bagi mahasiswa dan dosen di Tatar Pasundan untuk tidak hanya berhenti pada pemenuhan tugas akademik, tetapi melangkah maju menciptakan karya inovatif yang terlindungi secara hukum.
Melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan dari jajaran kami di bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, kami senantiasa siap memfasilitasi Sentra KI di berbagai kampus se-Jawa Barat. Mari kita pastikan setiap desain industri, hak cipta, maupun paten karya anak bangsa dapat tercatat, terlindungi, dan memberikan kemanfaatan ekonomi yang nyata," pungkas Asep Sutandar.
Isyana Sarasvati
Universitas Ciputra
Kemenkum Jabar
Kanwil Kemenkum Jabar
Asep Sutandar
Kekayaan Intelektual
| Kemenkum Jabar Perkuat Akses Keadilan dan Sinergi Kelembagaan bersama Bappenas di Maranatha |
|
|---|
| Kemenkum Jabar Kawal Uji Publik RUU Hak Cipta: Adaptasi Teknologi AI Jadi Sorotan Utama |
|
|---|
| Hadiri Policy Talks, Kemenkum Jabar Tekankan Pentingnya Analisis Kebijakan Berbasis Bukti |
|
|---|
| Tingkatkan Kebijakan Daerah, Kemenkum Jabar Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Pusjar SKTASN LAN |
|
|---|
| Generasi Sadar Hukum, Kemenkum Jabar Terima Kunjungan Stetsa Visit Masterclass 2026 SMAN 4 Malang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kepala-Kantor-Wilayah-Kemenkum-Jawa-Barat-Asep-Sutandar-memberikan-apresiasi-tinggi-kolaborasi.jpg)