Universitas Maranatha Perkuat Riset Mitigasi Gempa Lewat Kerja Sama Internasional
Proyek kolaborasi internasional ini diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Japan International Cooperation Agency.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- UK Maranatha bergabung dalam riset internasional SATREPS bersama BRIN dan JICA untuk mengembangkan simulasi gempa berbasis Virtual Reality (VR) (16/2/2026).
- Diwakili pakar dari FTRC, proyek ini bertujuan menciptakan pengalaman edukasi yang imersif dan realistis.
- Inovasi teknologi ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Indonesia menghadapi risiko bencana di kawasan Cincin Api.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Universitas Kristen Maranatha ikut bergabung dalam program riset Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS) “The Project for Development of End-to-End Earthquake Early Warning and Response System”.
Proyek kolaborasi internasional ini diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA).
Dalam program riset SATREPS ini, UK Maranatha diwakili oleh dua orang dosen dari Fakultas Teknologi dan Rekayasa Cerdas (FTRC), tergabung dalam kelompok proyek Education and Experiential Learning.
Mereka akan mengembangkan perangkat virtual reality (VR) untuk simulasi edukatif gempa bumi.
Kedua orang dosen FTRC tersebut adalah Oscar Karnalim, S.T., M.T., Ph.D., SMIEEE dan Sulaeman Santoso, S.Kom., M.T.
Keduanya tergabung dalam tim akademisi dan pakar lintas institusi dari Indonesia dan Jepang, antara lain dari BRIN, BMKG, UUMN, UIII, USAHID, Kobe University, dan Hyogo University.
Program kerja sama riset SATREPS yang dikelola oleh Organisasi Riset Kebumian dan Maritim (ORKM) BRIN ini bertujuan mendukung pembangunan berkelanjutan melalui inovasi sains dan teknologi.
Penelitian gabungan ini akan menghasilkan produk fungsional dan teknologi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Oscar Karnalim mengatakan bahwa saat ini proyek simulasi gempa tersebut sedang dalam tahap perancangan.
“Kami sempat bertemu tim di ITB, mendiskusikan arah perangkat VR yang akan dikembangkan. Ini proyek multiyear, tahun pertama fokus ke pengembangan satu simulasi. Nantinya perangkat VR bisa dipakai oleh masyarakat untuk merasakan simulasi gempa, dan tahu apa yang harus dilakukan ketika gempa,” kata Oscar, Senin (16/2/2026).
Indonesia memiliki tingkat kerawanan gempa yang tinggi karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik.
Oleh karena itu, edukasi mitigasi bencana menjadi kebutuhan penting.
Oscar menilai bahwa pemanfaatan teknologi VR mampu menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih imersif dan realistis dibandingkan metode konvensional.
Penerapan teknologi VR dalam perangkat simulasi dapat meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi.
“Keterlibatan kami dalam program ini penting untuk memperkuat jejaring riset internasional, dan dapat menghasilkan inovasi teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
| Kisah Bahar Tiga Dekade Berburu Barang Antik Jepang, Mejeng di Bandung Vintage Market Vol 5 |
|
|---|
| Pesan SBY untuk Kader Demokrat Jabar Jelang Pemilu 2029: Sentuh dan Menangkan Hati Rakyat! |
|
|---|
| KCIC Tak Khawatir Rencana Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, Whoosh Punya 'Magnet' Sendiri |
|
|---|
| Tunggu Ayah yang Dirawat di RS Al Islam Bandung, Suhendar Malah Jadi Korban Pembacokan |
|
|---|
| Para korban yang Hilang Motor di Konser Tau Tau Festival Bandung Berharap Ada Ganti Rugi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Universitas-Kristen-Maranatha-bergabung-dalam-progra.jpg)