Tim Replastix LSPR Sulap Limbah Sekolah Jadi “Cuan” di Madrasah Mu’allimien Muhammadiyah
Tim Replastix dari LSPR kembali melakukan aksi Community Development melalui program Eco Business di Madrasah Mu’allimien Muhammadiyah
Ringkasan Berita:
- Tim Replastix dari LSPR kembali melakukan aksi Community Development melalui program Eco Business
- Program ini dirancang untuk menumbuhkan semangat green entrepreneurship di kalangan siswa.
- Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi edukasi business fundamentals.
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Masih tingginya persoalan sampah plastik mendorong sebuah inisiatif nyata dari mahasiswa LSPR Institute of Communication & Business. Tim Replastix dari LSPR kembali melakukan aksi Community Development melalui program Eco Business di Madrasah Mu’allimien Muhammadiyah Tebet, Jakarta Selatan belum lama ini.
Program yang digelar dalam dua sesi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memperkenalkan peluang kewirausahaan berbasis pengolahan limbah.
Kegiatan ini melibatkan 43 siswa madrasah dengan fokus mengolah limbah botol plastik beserta tutupnya serta tali pramuka yang tak terpakai menjadi produk bernilai ekonomis dan estetik.
Produk yang dibuat antara lain gantungan kunci dari tutup botol plastik, tempat pensil dari botol plastik, serta gantungan kunci tali simpul.
Pendekatan ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk melihat barang bekas sebagai bahan baku produk kreatif dan komersial.
Ketua Pelaksana Tim Replastix, Henry Santana, kata program ini dirancang untuk menumbuhkan semangat green entrepreneurship di kalangan siswa.
Menurutnya, kemampuan mengidentifikasi peluang bisnis dari limbah menjadi pengetahuan penting bagi generasi muda yang perlu dibarengi dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Selain praktik pengolahan limbah, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi edukasi business fundamentals.
Siswa diperkenalkan pada metode Business Model Canvas (BMC) sebagai alat dasar dalam merancang ide bisnis sederhana, mulai dari menentukan segmen pasar, nilai produk, hingga strategi pemasaran.
Program ini sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas, gaya hidup bertanggung jawab, serta pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Kepala Madrasah Mu’allimien Muhammadiyah Tebet, Lina Shobrina, kata kolaborasi ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.
Program tersebut dinilai membantu siswa memahami bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan kreativitas dan peluang usaha.
Antusiasme siswa terlihat saat siswa mempresentasikan hasil karya dan menyusun BMC tiap kelompok.
Pada sesi penutupan, suasana hangat dan penuh semangat mengiringi dokumentasi akhir acara sebagai simbol keberhasilan program dalam membuka wawasan siswa terhadap potensi ekonomi dari limbah sekolah..
| Tumpukan Sampah di TPS Pasar Baleendah Bandung Ternyata Sempat Tak Diangkut Sejak Awal Mei |
|
|---|
| Ribuan Ikan Mati Mengambang di Tanggul Johar Karawang, Warga Curiga Akibat Limbah |
|
|---|
| Pemda Pengandaran Memalukan, Limbah Berbau Mengalir Begitu Saja ke Laut Hingga Direnangi Wisatawan |
|
|---|
| Kurangi Limbah Pakaian, RE3 FOR-E PNM Turut Mengalirkan Manfaat bagi Usaha Nasabah Laundry |
|
|---|
| Kelola Limbah B3 Tanpa Izin, Perusahaan di Cicalengka Bandung Jadi Tersangka Kasus Lingkungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Tim-Replastix-dari-LSPR-melakukan-aksi-Community-Development-melalui-program-Eco-Business.jpg)