Hampir 1.000 Karya Ilmiah Dipresentasikan, Unisba Perkuat Budaya Riset dan SDGs
Isu utama yang diangkat dalam VISION 2026 adalah SDGs. Riset mahasiswa dibagi dalam dua rumpun besar, sosial humaniora serta sains dan teknologi.
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Unisba sukses gelar SPeSIA 2026 dan debut forum internasional VISION dengan total 957 artikel riset mahasiswa berbasis SDGs (11/2/2026).
- Melibatkan peserta dari Somalia hingga Zimbabwe, agenda ini menjadi syarat kelulusan sekaligus langkah strategis internasionalisasi kampus menuju visi 2033.
- Riset terbagi dalam rumpun Saintek dan Soshum guna mengintegrasikan nilai Islam dengan agenda global.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Upaya internasionalisasi kampus dan penguatan riset berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi sorotan dalam pelaksanaan SPeSIA 2026 dan 1st Virtual International Student Research Conference (VISION) di Universitas Islam Bandung (Unisba), Rabu (11/2/2026).
Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Unisba, Asnita Frida B. R. Sebayang, mengatakan bahwa forum ilmiah ini agenda akademik yang terintegrasi dengan proses kelulusan mahasiswa.
“Seluruh mahasiswa memang diwajibkan mengikuti seminar ini. Mereka bisa memilih ikut yang nasional (SPeSIA) atau yang internasional (VISION),” ujarnya.
Kebijakan tersebut membuat jumlah artikel yang dipresentasikan nyaris menyentuh 1.000 karya, atau sekitar 957 artikel. Dari jumlah itu, 928 artikel dipresentasikan dalam forum nasional dan 29 artikel dalam forum internasional.
Jumlah tersebut relatif sama dengan tahun sebelumnya karena menyesuaikan jumlah calon wisudawan gelombang I tahun akademik 2025–2026.
Meski masih dalam tahap debut, VISION telah melibatkan peserta dari lima negara, yakni Indonesia, Somalia, Singapura, Aljazair, dan Zimbabwe. Namun, pihak kampus mengakui belum memasang target ambisius.
“Karena ini baru pertama kali, empat atau lima negara dulu sudah cukup. Persiapannya juga cukup mepet. Mudah-mudahan semester depan bisa lebih banyak lagi,” kata Asnita.
Isu utama yang diangkat dalam VISION 2026 adalah SDGs. Riset mahasiswa dibagi dalam dua rumpun besar, sosial humaniora serta sains dan teknologi, tetapi tetap berada dalam koridor tujuan pembangunan berkelanjutan.
Menurut Asnita, SDGs dipilih karena menjadi agenda global yang bersifat universal dan relevan lintas disiplin.
Dikatakannya, bagi Unisba sebagai perguruan tinggi berbasis nilai keislaman, penguatan riset SDGs juga dipandang sebagai ruang integrasi antara keilmuan dan perspektif Islam.
“SDGs itu topik yang diakui seluruh dunia. Unisba penting memposisikan diri, termasuk menghadirkan perspektif pengembangan umat dalam kerangka SDGs,” ujarnya.
Di sisi lain, langkah internasionalisasi ini juga dikaitkan dengan visi Unisba menjadi universitas terkemuka pada 2033.
“Langkah internasional memang sudah harus dilakukan. Ini bagian dari visi besar Unisba,” katanya.
Seluruh artikel yang dipresentasikan akan diterbitkan dalam prosiding nasional dan internasional serta diarahkan ke jurnal terindeks.
Selain itu, pihaknya juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana diseminasi hasil riset mahasiswa.
| UMKM Tak Cukup Andalkan Produk, Digital Marketing Kini Jadi Penentu Penjualan |
|
|---|
| Alumni Magister Matematika Diduga Lakukan Manipulasi Riset, ITB Sebut Tindakan Pribadi |
|
|---|
| Edukasi Bahaya Diabetes di Cangkuang, FK Unisba Ajak Warga Optimalkan Lahan Tanaman Obat Keluarga |
|
|---|
| Jadi Tempat Favorit, Mahasiswa Unisba Manfaatkan Serambi Uzma untuk Kulineran Hingga Nugas |
|
|---|
| PLN Indonesia Power UBP JPR Siap Sinergikan Riset bagi Masa Depan Sukabumi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/SPeSIA-2026-dan-1st-Virtual-International-Stude.jpg)