Jumat, 5 Juni 2026

KKN TRM POLMAN 2025 Desa Pangalengan

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 dari Program Studi TRM POLMAN sukses diimplementasikan di Desa Pangalengan, Kampung Tirtamukti.

Tayang:
Istimewa
Program Kuliah Kerja Nyata 2025 dari Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur Politeknik Manufaktur Bandung telah sukses diimplementasikan di Desa Pangalengan, Kampung Tirtamukti. 

TRIBUNJABAR.ID - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 dari Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM) Politeknik Manufaktur Bandung (POLMAN) telah sukses diimplementasikan di Desa Pangalengan, Kampung Tirtamukti, pada periode 27 Oktober hingga 7 November 2025, dengan tujuan mengatasi metode manual dalam produksi Pupuk Organik Cair (POC) yang dibutuhkan untuk budidaya kentang.

Selama ini pelaku usaha budidadya kentang untuk pembuatan Pupuk Organik Cair tersebut bergantung pada pembuatan POC dengan alat manual sebenarnya banyak tersedia inovasi yang belum dimanfaatkan. Melihat peluang tersebut, tim KKN TRM merancang dan membuat sebuah mesin Liquid Fertilizer Mixer, yaitu mesin mixer untuk mencacah dan mencapurkan bahan bahan untuk pembuatan Pupuk Organik Cair.

2Program Kuliah Kerja Nyata 2025 dari Politeknik Manufaktur Bandung
Program Kuliah Kerja Nyata 2025 dari Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur Politeknik Manufaktur Bandung telah sukses diimplementasikan di Desa Pangalengan, Kampung Tirtamukti.

Pembuatan mesin ini memakan waktu sekitar kurang-lebih 3 bulan, mulai dari survei kebutuhan Mitra Desa, perancangan desain, pembelian material, hingga proses pembuatan dan uji coba. Dengan anggaran sekitar Rp8–9 juta, mahasiswa membangun mesin yang kuat dan aman. Rangkanya menggunakan besi hollow 50x50x5 dengan kapasitas drum yang digunakan sebesar 200 liter.

Inovasi teknis yang dihasilkan adalah Alat Mixer POC, yang dirancang untuk memastikan pencampuran bahan baku limbah organik dan air menjadi tercampur merata secara efisien. Berdasarkan hasil pengujian kinerja, mesin yang digerakkan oleh motor bensin 5.5 HP ini bekerja paling optimal pada kecepatan putar 900 RPM, menghasilkan rata-rata 90 liter POC dengan rasio limbah:air 1:1, dan waktu pemrosesan yang efisien hanya 15.5 menit.

Cara kerja mesin dibuat sederhana, limbah organik dimasukkan kedalam drum, lalu tambahkan dengan campuran air baku dengan limbah organic yang telah disortir. Di dalam mesin, pisau pemotong berputar cepat mencacah dan mixing limbah organic dengan campuran air yang akan menghasilkan suatu Pupuk Organik Cair, kemudian keluar melalui kran pengeluaran dan hasik dari mixer pupuk organik cair tersebut.

3Program Kuliah Kerja Nyata 2025 dari Politeknik Manufaktur Bandung
Program Kuliah Kerja Nyata 2025 dari Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur Politeknik Manufaktur Bandung telah sukses diimplementasikan di Desa Pangalengan, Kampung Tirtamukti.

Dengan adanya mesin ini, pelaku UMKM tidak lagi harus membuath pupuk organic cair secara manual, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan proses produksi lebih lancar.

Agar mesin dapat digunakan dalam jangka panjang, mahasiswa juga menyiapkan buku panduan mengenai penggunaan, perawatan berkala, serta langkah pemecahan masalah sederhana. Mereka turut menyediakan mini drill untuk menajamkan mata pisau, serta alat pelindung diri seperti sarung tangan, masker, dan kacamata agar warga lebih aman saat mengoperasikan mesin.

Selama berada di Desa Pangalengan, mahasiswa tidak hanya membuat mesin, tetapi juga mempelajari langsung proses pembuatan pupuk organic cair, mulai dari pemilhan limbah sampah asyara, proses mixing campuran limbah asyara dengan air baku, dan proses fermentasi pupuk organic cair.

Pemahaman lapangan ini membantu mereka menyesuaikan desain mesin agar benar-benar menjawab kebutuhan asyarakat. Selain pencapaian teknis, mahasiswa juga menjalankan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan non-teknis, termasuk Program Mengajar di SMAN 1 dan SDN 04-08 Pangalengan, Kerja Bakti, serta Sosialisasi Diseminasi tentang pembuatan Pupuk Organik Cair, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan teknologi pertanian asyarakat setempat.

Hasil kegiatan KKN TRM Polman Bandung memberikan solusi teknologi praktis untuk mendukung masyarakat pertanian lokal dalam produksi POC. Mesin ini diharapkan dapat menjadi permulaan dalam mewujudkan pengembangan agroteknologi untuk petani di Pangalengan, memastikan pencampuran pupuk cair organik tercampur secara merata, dan meningkatkan kualitas hasil panen.

Kerja sama ini membuktikan bahwa mahasiswa vokasi tidak sekadar berfokus pada produksi, namun juga sanggup menciptakan dampak nyata bagi komunitas melalui implementasi teknologi yang relevan dan sesuai kebutuhan.

Terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiata KKN ini terutama kepada Bapak Dr. Heri Setiawan, ST., M.T. selaku Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur, Bapak Adi Akbar, ST., M.T. selaku Pembimbing I Dosen, Ibu Okta, ST., M.T. selaku Pembimbing II Dosen, yang telah memberikan arahan, motivasi, dan bimbingan selama pelaksanaan kegiatan KKN tahun ini.

Penulis: Muhammad Labib Rahman Setiawan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved