Sabtu, 2 Mei 2026

Raih Penghargaan, Peneliti ITB Helen Julian Angkat Riset Limbah Sawit

Inovasi yang mengantarkannya meraih penghargaan berfokus pada pemanfaatan limbah industri kelapa sawit menjadi sumber daya bernilai tambah. 

Tayang:
Lorealindonesia
Dosen Program Studi Teknologi Pangan Institut Teknologi Bandung (ITB), Helen Julian, Ph.D. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dosen Program Studi Teknologi Pangan Institut Teknologi Bandung (ITB), Helen Julian, Ph.D., berhasil meraih 2025 L’Oréal–UNESCO For Women in Science Award. 

Penghargaan bergengsi tingkat global ini diberikan kepada ilmuwan perempuan yang dinilai berkontribusi signifikan dalam pengembangan sains dan inovasi, khususnya di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Ketertarikan Helen terhadap dunia riset tumbuh sejak ia menempuh pendidikan sarjana di Teknik Kimia ITB

Saat itu, ia memilih teknologi membran sebagai topik tugas akhir, sebuah bidang yang hingga kini terus ia geluti dan kembangkan.

“Sejak S1 saya sudah tertarik pada riset, karena saya merasa riset itu menyenangkan dan penuh rasa penasaran,” ujar Helen dalam keterangan yang diterima, Kamis (27/11/2025).

Minat tersebut membawanya melanjutkan studi magister di ITB dan University of New South Wales (UNSW), Australia. 

Setelah menyelesaikan pendidikan, Helen kembali ke almamaternya dan kini mengajar di Fakultas Teknologi Industri, Program Studi Teknologi Pangan, Kampus ITB Jatinangor.

Dalam perjalanan akademiknya, fokus riset Helen pun berkembang ke dua ranah utama. Selain pengolahan air limbah berbasis teknologi membran, ia juga mengaplikasikan pendekatan serupa dalam pengolahan bahan pangan.

“Riset saya sampai sekarang masih berkutat pada teknologi membran. Awalnya banyak di pengolahan air, lalu berkembang ke pengolahan bahan pangan karena saya mengajar di Teknik Pangan,” tuturnya.

Terpilih sebagai penerima For Women in Science Award menjadi momen yang emosional sekaligus membanggakan baginya. 

Ia mengungkapkan bahwa proses meraih penghargaan ini tidak instan, karena dirinya sempat mendaftar beberapa kali sebelum akhirnya lolos seleksi pada tahun ini.

“Perasaan saya tentu sangat senang. Penghargaan ini bergengsi dan selektif. Selain itu, award ini memiliki makna khusus karena ditujukan untuk mendukung peneliti perempuan di bidang STEM, yang jumlahnya masih jauh lebih sedikit dibandingkan laki-laki,” ungkapnya.

Bagi Helen, ajang ini menjadi ruang penting untuk mendorong pemberdayaan perempuan dan memperkuat peran ilmuwan perempuan dalam dunia riset dan inovasi.

Inovasi yang mengantarkannya meraih penghargaan berfokus pada pemanfaatan limbah industri kelapa sawit menjadi sumber daya bernilai tambah. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved