Jumat, 12 Juni 2026

Kukuhkan IPIM Jabar, Menag Nasaruddin Umar Tekankan Peran Imam Tak Hanya di Masjid tapi Juga Sosial

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengukuhkan pengurus IPIM Jawa Barat masa bakti 2026-2031.

Tayang:
Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama
KULIAH UMUM - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menghadiri kuliah umum sekaligus pelantikan Pengurus Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Jawa Barat masa bakti 2026-2031 di Pondok Pesantren Al-Qur'an Al-Falah, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. 
Ringkasan Berita:
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar mengukuhkan pengurus IPIM Jawa Barat masa bakti 2026-2031
  • Pelantikan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah, Cicalengka, Kabupaten Bandung
  • Nasaruddin menekankan peran strategis imam masjid sebagai pemimpin ibadah dan sosial
  • Konsep imamah dan hubungan cinta antara pemimpin dan rakyat menjadi sorotan utama

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mengukuhkan lamgsung pengurus Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Jawa Barat masa bakti 2026-2031 di Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Selasa (9/6/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum untuk penguatan peran para imam masjid di tengah masyarakat. Yang mana, imam tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin ibadah, tetapi juga memiliki peran sosial yang lebih luas dalam kehidupan umat.

Nasaruddin mengatakan keberadaan imam penting di tengah masyarakat. Pasalnya selain penjaga masjid, imam memiliki kedekatan dengan umat dan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis.

Baca juga: Dua Pemain Lion City Sailors Dikabarkan Sudah Deal Gabung ke Persib Bandung

"Imam sangat diperlukan di dalam masyarakat. Imam itulah sebetulnya penjaga masjid karena itu IPIM lebih mengakar dalam masyarakat," ujarnya saat sambutan pada Selasa (9/6/2026).

Menurut Nasaruddin, dari akar kata imam juga lahir konsep 'imamah' yakni sistem kepemimpinan yang menuntut adanya hubungan yang jelas antara orang yang memimpin dengan orang yang dipimpin. 

Oleh karena itu, Nasaruddin menekankan bahwa hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin harus diikat oleh nilai cinta yang tulus. Tanpa adanya ikatan tersebut, menurutnya, tidak akan terbentuk sebuah umat yang utuh.

"Tidak bisa disebut ummah atau umat kalau tidak diikat oleh satu aturan yang ideal. Jadi cinta yang mengikat satu sama lain antara imam dan makmum atau antara pemimpin dan rakyat ini harus ada visi untuk ke depan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved