Sensus Ekonomi Kelima Dimulai: BPS Majalengka Gandeng Ketua RT untuk Data Aktivitas Usaha
BPS Majalengka luncurkan Sensus Ekonomi 2026 dan Program Desa Cantik. Sebanyak 1.278 petugas diterjunkan lakukan pendataan door-to-door .
Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: Ravianto
Ringkasan Berita:
- Skala Pendataan: BPS Kabupaten Majalengka menerjunkan 1.278 petugas lapangan untuk menyukseskan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang berlangsung mulai 15 Juni hingga akhir Agustus 2026.
- Metode Digital: Pendataan pelaku usaha dilakukan secara door-to-door menggunakan aplikasi berbasis Android (CAPI), serta didukung sistem Economic Geotagging (Ecotag) yang melibatkan ketua RT.
- Program Desa Cantik: Selain sensus ekonomi, BPS meluncurkan Program Desa Cantik 2026 di tiga wilayah percontohan
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majalengka resmi mencanangkan komitmen bersama pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Kepala BPS Kabupaten Majalengka, Yanti Heryanti, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk menghadirkan data ekonomi terkini dan terlengkap sebagai dasar pembangunan daerah.
"Sensus Ekonomi 2026 harus menjadi legacy tentang data ekonomi terkini dan terlengkap tahun 2026," ujar Yanti dalam kegiatan Pencanangan Komitmen Bersama Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Desa Cantik di Pendopo Majalengka Jl. Ahmad Yani No.1, Majalengka Kulon, Kec. Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).
Yanti menjelaskan, pelaksanaan sensus merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang mewajibkan BPS menyelenggarakan sensus ekonomi setiap 10 tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka enam.
Sensus Ekonomi sebelumnya telah dilaksanakan pada 1986, 1996, 2006, dan 2016.
Adapun SE2026 menjadi sensus ekonomi kelima yang digelar di Indonesia.
Menurutnya, sensus ini penting untuk memotret struktur perekonomian berdasarkan skala usaha, sektor ekonomi, hingga wilayah.
Terlebih, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola bisnis dan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Perubahan kondisi perekonomian perlu diukur secara akurat dan real time agar dapat menjadi acuan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan membantu pelaku usaha dalam perencanaan bisnis," katanya.
Pendataan lapangan SE2026 di Kabupaten Majalengka telah dimulai sejak 15 Juni hingga akhir Agustus 2026.
Sebanyak 1.278 petugas lapangan yang terdiri dari Petugas Pencacah Lapangan (PPL) dan Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) diterjunkan untuk mendata seluruh aktivitas usaha di wilayah Majalengka.
Pendataan dilakukan secara door to door menggunakan aplikasi berbasis Android atau Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).
Sementara itu, usaha besar dan menengah telah lebih dulu melakukan pengisian data secara mandiri melalui sistem Computer Assisted Web Interviewing (CAWI).
Yanti menegaskan, keberhasilan Sensus Ekonomi sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha besar, UMKM, hingga bisnis berbasis online.
Ia mengajak masyarakat untuk menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar karena data yang akurat akan menentukan kualitas kebijakan pembangunan ekonomi di masa depan.
| Update Harga Sayur dan Kebutuhan Pokok di Majalengka Hari Ini: Cabai Turun, Bawang Merah Naik |
|
|---|
| Akses Jalan Majalengka-Bantarujeg via Cihaur Ditutup 60 Hari, Pengendara Bisa Lewati Jalur Lain |
|
|---|
| Masuk Musim Kemarau, BPBD Majalengka Antisipasi Ancaman Kekeringan hingga Kebakaran Hutan |
|
|---|
| Kecewa Cuma Ditemui Sedikit Dewan, Mahasiswa Majalengka Razia Ruangan Fraksi, Ancam Demo Lebih Besar |
|
|---|
| Mahasiswa Kembali Demonstrasi di Depan DPRD Majalengka Hari Ini, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/eman-yanti.jpg)