Nelayan di Pangandaran Panen Udang Rebon, Didukung Kondisi Cuaca dan Arus Laut
Sejumlah nelayan di pesisir Pantai Pangandaran, Jawa Barat sedang menikmati musim panen udang rebon beberapa hari terakhir ini.
Penulis: Padna | Editor: Kemal Setia Permana
Ringkasan Berita:
- Para nelayan di pesisir Pantai Pangandaran, Jawa Barat, sedang menikmati musim panen udang rebon.
- Dalam beberapa hari terakhir, hasil tangkapan udang berukuran kecil itu melimpah dan menjadi berkah bagi nelayan tradisional
- Aktivitas puluhan nelayan terlihat ramai di beberapa titik di kawasan pantai timur Pangandaran
- Mereka menarik jaring arad yang sebelumnya dipasang di tengah laut
- Udang rebon terlihat paling banyak didapat dari hasil tangkapan nelayan
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Sejumlah nelayan di pesisir Pantai Pangandaran, Jawa Barat sedang menikmati musim panen udang rebon.
Dalam beberapa hari terakhir, hasil tangkapan udang berukuran kecil itu melimpah dan menjadi berkah bagi nelayan tradisional.
Pantauan Tribun Jabar Kamis (21/5/2026) pagi hari, aktivitas puluhan nelayan terlihat ramai di beberapa titik di kawasan pantai timur Pangandaran.
Mereka menarik jaring arad yang sebelumnya dipasang di tengah laut. Setelah itu, mereka membongkar hasil tangkapannya dan kemudian di simpan ke sebuah wadah baskom.
Udang rebon terlihat paling banyak didapat dari hasil tangkapan nelayan. Sisanya, hanya beberapa ikan laut yang berukuran kecil hingga sedang.
Seorang nelayan, Priyatno (55) mengaku hasil tangkapan udang rebon saat ini memang sedang meningkat dibanding hari biasanya.
Kondisi cuaca dan arus laut yang mendukung menjadi faktor utama melimpahnya udang rebon di perairan Pangandaran.
Baca juga: Persib Bisa Sempurnakan Gelar: Bojan Hodak, Barba dan Beckham Potensi Pelatih dan Pemain Terbaik
"Hasil tangkapan sedang bagus. Sekali pasang jaring arad itu bisa dapat cukup banyak. Ini juga sudah dua kali pasang jaring," ujar Priyatno kepada Tribun Jabar di pantai timur Pangandaran.
Menurut Priyanto, harga udang rebon basah di tingkat nelayan sementara ini hanya berkisar Rp 12 ribu per kilogram.
Meskipun tidak setinggi komoditas laut lain, namun banyaknya hasil tangkapan membuat penghasilan nelayan ikut meningkat.
"Alhamdulillah, ada juga warga yang sengaja beli udang rebon untuk dibuat gorengan peyek," ucapnya.
Selain itu, udang rebon sendiri banyak diburu untuk bahan baku pembuatan terasi, campuran makanan, hingga olahan kerupuk.
Sebagian hasil tangkapan dijual dalam kondisi basah, sementara sisanya dijemur terlebih dahulu agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Musim panen udang rebon juga membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar. Karena, banyak warga pesisir yang ikut terlibat sebagai penjemur, pengangkut hingga pengepul hasil laut. (*)
| Petugas Pantau Kondisi Pantai Pangandaran usai Diguncang Gempa Bumi M 4,6, Warga Diminta Waspada |
|
|---|
| Pelemahan Rupiah, Ida Wiradinata: Rakyat Desa Memang Tak Pakai Dolar, Tapi Harga Sembako Naik |
|
|---|
| Gempa Bumi M 4,6 yang Guncang Pangandaran Terasa hingga Ciamis, BPBD Imbau Masyarakat Tetap Tenang |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Pangandaran Diguncang Gempa Bumi M 4,6 Subuh Tadi, Bikin Kaget Sebagian Warga |
|
|---|
| Harga Sembako di Pangandaran Mulai Merangkak Naik Imbas Rupiah Melemah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Nelayan-di-Pantai-Timur-Pangandaran-sedang-memanen-Udang-Rebon-Kamis-2152026.jpg)