Senin, 18 Mei 2026

Disdik Jabar Klaim Seluruh Lulusan SMP/MTs Bisa Tertampung di SPMB 2026

Disdik Jabar memastikan daya tampung SMA/SMK/MA tahun ini mencapai 909.183 kursi, sangat mencukupi untuk menampung 826.996 lulusan SMP/MTs.

Tayang:
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas melayani orang tua/wali mendaftarkan calon siswa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru Jawa Barat (SPMB) Jabar 2025, di SMA Negeri 1, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/6/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Disdik Jabar memastikan daya tampung SMA/SMK/MA tahun ini mencapai 909.183 kursi, sangat mencukupi untuk menampung 826.996 lulusan SMP/MTs. 
  • Pendaftaran online akan didahului dengan pembagian akun digital serta input peminatan mulai akhir Mei, dengan seleksi Sekolah Maung digelar terpisah. 
  • Guna memastikan kelancaran dan pengawasan di daerah, Disdik Jabar membentuk Team Management Office.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memastikan daya tampung SMA, SMK dan Madrasah Aliyah (MA) di Jawa Barat, mencukupi untuk menampung seluruh lulusan SMP dan MTs pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

Kepala Disdik Jabar, Purwanto, mengatakan jumlah lulusan SMP dan MTs tahun ini mencapai 826.996 siswa, sementara total daya tampung SMA, SMK dan MA negeri maupun swasta mencapai 909.183 kursi atau sekitar 109,93 persen.

“Sesungguhnya daya tampung kita itu cukup karena mencapai 109,93 persen. Jadi daya tampung untuk SMA SMK negeri dan swasta di Jawa Barat ini sesungguhnya cukup,” ujar Purwanto, Senin (18/5/2026).

Purwanto menjelaskan total daya tampung sekolah negeri di Jawa Barat mencapai 363.067 kursi yang terdiri dari 195.344 kursi SMA Negeri, 124.217 kursi SMK Negeri, 21.000 kursi Sekolah Maung dan 21.888 kursi Madrasah Aliyah Negeri. Sementara sekolah swasta memiliki daya tampung lebih besar yakni mencapai 546.116 kursi.

“Kita juga membuat kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta dan menjamin semua anak-anak miskin di Provinsi Jawa Barat akan ditanggung oleh pemerintah yang bersekolah di negeri maupun di swasta,” katanya.

Menurutnya, seluruh lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat nantinya bisa mengikuti SPMB melalui pendaftaran online yang telah disiapkan pemerintah. Khusus pendaftaran Sekolah Manusia Unggul (Maung), proses seleksi akan digelar terpisah karena terdapat tes non-akademik dalam tahapan penerimaan siswa.

“Target kita, penginputan peminatan yang akan berlangsung dari tanggal 25 Mei untuk Sekolah Maung dan 29 Mei untuk sekolah reguler itu semuanya sudah bisa diinput oleh anak-anak kita di tiap kabupaten/kota,” katanya.

Purwanto mengatakan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta seluruh lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat didata secara rinci, termasuk pilihan melanjutkan pendidikan ke SMA, SMK maupun MA, baik negeri maupun swasta.

Tantangan utama pelaksanaan SPMB tahun ini, kata dia, bukan hanya soal daya tampung, tetapi juga pemetaan minat siswa, distribusi peserta didik hingga keberlanjutan pendidikan. Sehingga, Disdik Jabar menyiapkan tahapan pemetaan minat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan SPMB 2026.

Seluruh lulusan SMP dan MTs, kata dia, nantinya diwajibkan melakukan input peminatan dan pilihan sekolah tujuan, menggunakan akun digital masing-masing yang akan dibagikan pada 18 hingga 22 Mei 2026.

“Semua 826 ribu lulusan di Jawa Barat ini harus mempunyai akun masing-masing,” katanya.

Untuk memperkuat koordinasi pelaksanaan SPMB, Disdik Jabar juga akan membentuk team management office (TMO) di setiap kabupaten dan kota.

Tim tersebut melibatkan unsur dinas pendidikan, cabang dinas, Kementerian Agama wilayah, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP hingga Kelompok Kerja Madrasah (KKM).

“TMO ini untuk memastikan bahwa tim efektif kita bekerja dengan baik di tingkat kabupaten/kota,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved