Minggu, 17 Mei 2026

Momen Unik Bupati Lucky Hakim Pikul Berokan di Napak Tilas Padjadjaran

Bupati Indramayu Lucky Hakim menghadiri Kirab Napak Tilas Padjadjaran Mahkota Ajeg Ki Sunda di Kota Bandung

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok Humas Pemkab Indramayu
BEROKAN - Bupati Indramayu Lucky Hakim menghadiri Kirab Napak Tilas Padjadjaran Mahkota Ajeg Ki Sunda di Kota Bandung, Sabtu malam (16/5/2026). Pada kirab ini, Kabupaten Indramayu unjuk gigi dengan menampilkan kesenian tradisional Berokan. Seni khas masyarakat pesisir Pantura ini tampil memukau sepanjang rute kirab.  

Ringkasan Berita:

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bupati Indramayu Lucky Hakim menghadiri Kirab Napak Tilas Padjadjaran Mahkota Ajeg Ki Sunda di Kota Bandung, Sabtu malam (16/5/2026).

Acara yang berlangsung meriah ini dimulai dari Kiara Artha Park dan berakhir di Gedung Sate. Kegiatan budaya tersebut merupakan puncak perayaan Hari Jadi ke-1357 Tatar Sunda.

Bupati Lucky Hakim berbaur bersama para Bupati dan Walikota se-Jawa Barat. 

Dalam iring-iringan tersebut, Kabupaten Indramayu unjuk gigi dengan menampilkan kesenian tradisional Berokan.

Seni khas masyarakat pesisir Pantura ini tampil memukau sepanjang rute kirab. 

Ribuan warga yang memadati jalur kirab tampak antusias menyaksikan atraksi mistis dan jenaka dari Berokan.

Bupati Lucky Hakim menyatakan rasa bangga dan senangnya dapat terlibat langsung dalam perayaan besar ini. Kehadiran Indramayu menjadi bukti komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga serta memperkenalkan warisan leluhur.

"Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus merawat, menjaga, dan memperkenalkan warisan budaya lokal Indramayu kepada masyarakat yang lebih luas, khususnya di Jawa Barat," ujar Lucky Hakim.

Menurutnya, Kirab Napak Tilas Padjadjaran Mahkota Ajeg Ki Sunda ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi budaya antar daerah di Jawa Barat.

"Kabupaten Indramayu bangga dapat berpartisipasi dengan menampilkan budaya khas Berokan sebagai identitas dan kekayaan tradisi masyarakat kami,” ujarnya.

Ia mengatakan, budaya Berokan memiliki nilai historis sebagai media dakwah dan penolak bala.

Selain itu, kesenian berokan ini sangat populer di Indramayu dan diterima semua kalangan, mulai anak-anak sampai orang dewasa.

“Budaya Berokan bukan hanya sebuah pertunjukan seni, tetapi juga bagian dari warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Kami ingin generasi muda mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya daerahnya sendiri,” tambahnya.

Kirab budaya tersebut berjarak kurang lebih 3,5 kilometer, diawali  di Kiara Artha Park (Kiaracondong), melintasi Jalan W.R. Suprapkan, dan berakhir di Jalan Diponegoro Kawasan Gedung Sate Bandung.

Dalam kirab ini, berbagai seni tradisional dari kabupaten dan kota se-Jawa Barat tampil penuh semangat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved