Jumat, 15 Mei 2026

Oli Bekas dan Thinner Picu Kebakaran Bengkel di Kedawung Cirebon, Warga Panik Padamkan Api

Peristiwa kebakaran itu terjadi di sebuah bengkel mobil yang berada di samping rumah milik Didi Sahadi di Blok Pancuran Cirebon.

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Ravianto
Tribun Jabar
KEBAKARAN - Api tiba-tiba membesar di sebuah bengkel mobil di Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (14/5/2026) malam. Cairan tiner, oli bekas dan material mudah terbakar lainnya diduga menjadi pemicu cepat membesarnya kobaran api hingga membuat warga panik. 

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Api tiba-tiba membesar di sebuah bengkel mobil di Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (14/5/2026) malam.

Cairan thinner, oli bekas dan material mudah terbakar lainnya diduga menjadi pemicu cepat membesarnya kobaran api hingga membuat warga panik.

Peristiwa kebakaran itu terjadi di sebuah bengkel mobil yang berada di samping rumah milik Didi Sahadi di Blok Pancuran Mas RT 002/RW 001, Desa Tuk.

Kepulan asap tebal sempat menyelimuti area permukiman dan masuk ke rumah warga sekitar.

Kabid Kedaruratan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 19.00 WIB.

“Damkar Wilayah Sektor Weru menerima laporan kebakaran bengkel mobil di Desa Tuk. Menanggapi laporan tersebut Regu III Damkar Wilayah Sektor Weru langsung menuju ke lokasi,” ujar Eno melalui keterangan tertulisnya, Jumat (15/5/2026).

Baca juga: Pilunya Aji, Remaja Cirebon Depresi dan Putus Sekolah, Tinggal di Rumah Reyot Berlantai Tanah

Petugas pemadam kemudian berangkat menuju lokasi pada pukul 19.03 WIB dan tiba sekitar pukul 19.15 WIB. 

Namun saat tiba di lokasi, kobaran api disebut sudah berhasil dipadamkan warga dengan peralatan seadanya.

“Pada pukul 19.15 WIB tiba di lokasi, api sudah padam dipadamkan oleh warga dengan alat seadanya. Anggota hanya melakukan pendinginan ke seluruh bagian yang masih terdapat bara api, asap dan hawa panas,” ucapnya.

Menurut Eno, api diduga pertama kali muncul akibat korsleting listrik dari colokan di dalam bengkel.

Api kemudian dengan cepat merembet ke bahan-bahan mudah terbakar yang tersimpan di lokasi.

“Api awal diduga muncul dari konsleting listrik dari colokan dan merembet ke bahan tiner, oli bekas dan barang yang mudah terbakar sehingga membesar dan membakar bengkel tersebut,” jelas dia.

Kebakaran itu diketahui pertama kali oleh anak pemilik bengkel.

Saat kejadian, Didi Sahadi disebut sedang tidak berada di rumah.

“Menurut keterangan Bapak Didi bahwa beliau saat itu sedang tidak berada di rumah, tiba-tiba ditelepon oleh anaknya mengabarkan bahwa bengkelnya kebakaran,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved