Iduladha 2026
Jelang Hari Raya Idul Adha, Harga Hewan Kurban di Pangandaran Melonjak Naik
Menjelang Iduladha, harga hewan sapi korban di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat melonjak naik.
Penulis: Padna | Editor: Kemal Setia Permana
Ringkasan Berita:
- Menjelang hari raya Iduladha, harga hewan sapi korban di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat melonjak naik.
- Penyebabnya, permintaan hewan sapi kurban menjelang hari raya idul adha ini sangat tinggi
- Namun pedagang kebbingungan dengan stok yang ada
- Naiknya harga hewan kurban memang tergantung pada kualitasnya
- Rata-rata satu ekor sapi itu selisih naiknya sekitar Rp 2 juta dibanding tahun 2025 kemarin.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Menjelang Iduladha, harga hewan sapi korban di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat melonjak naik.
Hal tersebut disampaikan Rasim bakul hewan sapi dan kambing di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.
Rasim mengatakan seperti biasa permintaan hewan sapi kurban menjelang hari raya idul adha ini sangat tinggi.
"Tapi seiring waktu, harga hewan kurban itu semakin melonjak. Malah kita juga bingung untuk menjualnya," ujar Rasim kepada Tribun Jabar di sekitar kandangnya, Minggu (26/4/2026) siang.
Menurutnya, yang membuat bingung adalah untuk penyediaan hewannya, di mana pedagang sungkan menjual.
"Karena, fisik sapinya kecil tapi harganya mahal," katanya
Sementara permintaan hewan sapi kurban tahun 2026 ini sebanyak 40 ekor, namun di tempatnya baru tersedia 12 ekor.
Baca juga: Jelang Hari Raya Iduladha, DKPP Kota Bandung Siapkan 184 Petugas Periksa Hewan KurbanL
Naiknya harga hewan kurban memang tergantung pada kualitasnya. Tapi, rata-rata satu ekor sapi itu selisih naiknya sekitar Rp 2 juta dibanding tahun 2025 kemarin.
"Dulu kita jual per ekor Rp 15 juta fisik sapinya sudah besar. Tapi sekarang harga Rp 18 juta itu kecil seperti harga dulu yang dijual Rp 15 juta," ucap Rasim.
Ia pun belum memahami alasan pasti naiknya harga hewan kurban. Tapi faktanya harga sapi itu melonjak tinggi.
"Satu alasannya mungkin populasi sapi di Indonesia mulai punah. Jadi, minimnya warga yang beternak hewan sapi," ujarnya.
Ditambah lagi minimnya keterlibatan pemerintah dalam hal ini dinas peternakan dalam budidaya hewan sapi.
"Jadi kita sulit cari sapi kurban karena banyak peternak di kabupaten Pangandaran yang kosong. Banyak peternak yang gulung tikar," kata Rasim.
Rasim pun menduga penyebab naiknya harga hewan sapi bisa kemungkinan adanya konflik di Timur Tengah. "Ya, itu bisa jadi. Kan BBM naik juga," ucapnya.
Baca juga: Saddil Ramdani Kembali ke Timnas Indonesia,Dipanggil Bersama Marc Klok dan Thom Haye
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Hewan-kurban-di-Pangandaran.jpg)