Jumat, 29 Mei 2026

Tsunami Guncang Bitung, Warga Pesisir Pangandaran Diminta Waspada Gempa Megathrust

Masyarakat Kabupaten Pangandaran diimbau untuk waspada terhadap potensi gempa besar atau megatrust yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu. 

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Kisdiantoro
Tribun Jabar/Padna
DILARANG BERENANG - Tanda larangan berenang di Pantai Barat Pangandaran. Wisatawan diminta waspadai cuaca ekstrem di Pangandaran yang diprediksi berlangsung sampai 29 Maret 2026. Warga Pangandaran diminta waspada intaian gempa besar atau megathrust menyusul gempa besar di Bitung, Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Gempa bumi skala 7,6 magnitude di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Mauluku Utara.
  • BPBD Kabupaten Pangandaran meminta warga waspada terjadi gempa besar atau megatrust yang mengancam selatan Jawa Barat.
  • Warga diminta untuk mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul agar selamat jika terjadi gempa atau tsunami di wilayah Pangandaran.

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Masyarakat Kabupaten Pangandaran diimbau untuk waspada terhadap potensi gempa besar atau megathrust yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu. 

Imbauan ini disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran menyusul menyusul terjadinya gempa bumi skala 7,6 magnitude di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Mauluku Utara.

Gempa besar itu, menurut BMKG memiliki potensi gelombang tsunami hingga 3 meter. Tsunami pun telah terjadi di tiga wilayah, Halmahera Barat, Bitung, dan Minahasa Utara.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, menyampaikan potensi megathrust merupakan ancaman nyata yang tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya. 

Baca juga: Gempa Guncang Sukabumi dan Bandung dalam Satu Malam, Kedalaman Gempa Dangkal

Untuk itu, masyarakat diminta untuk tidak lengah dan selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk.

"Potensi megathrust itu tidak ada yang tahu kapan akan terjadi. Siapapun tidak bisa memprediksi secara pasti," ujar Dodo kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Kamis (2/4/2026) siang 

Tentu langkah antisipasi menjadi hal penting, terutama bagi masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir yang berisiko terdampak gempa dan tsunami

Selain itu, dia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun tetap siaga.

Serta tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah melalui BPBD terkait update perkembangan situasi kebencanaan.

"Untuk sementara kami mengimbau masyarakat agar tetap hati-hati dan waspada," katanya.

Ia meminta agar masyarakat untuk mengenali jalur evakuasi serta titik kumpul yang sudah ditentukan guna meminimalisir risiko jika terjadi bencana secara tiba-tiba.

"Kami harap, meningkatnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, dampak dari potensi bencana megathrust itu dapat diminimalisir," ucap Dodo. *

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved